BREAKING NEWS: Harimau Masuk Pemukiman Warga Serangi Hewan Ternak di Muko-muko

Akibat masuknya kawanan harimau sumatera di pemukiman warga Desa Lubuk Talang Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko

Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
IST
Jejak harimau dan salah satu hewan ternak yang diserang oleh harimau sumatera di Desa Lubuk Talang, UPT Lapindo, Kabupaten Mukomuko beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Beta Misutra, reporter TribunBengkulu.com

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Akibat masuknya kawanan harimau sumatera di pemukiman warga Desa Lubuk Talang Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko langsung heboh. Bagaimana tidak, kawanan harimau tersebut bahkan sudah beberapa kali ditemui memakan sapi ternak milik warga.

"Dari laporan yang kita terima dari warga, dalam kurun waktu 2 bulan terakhir saja, sudah ada 3 ekor sapi yang dimangsa oleh kawanan harimau sumatera itu," ungkap Kordinator Proyek Konsorsium Bentang Alam Seblat, Iswandi, Jumat (14/1/2022) kemarin.

Bahkan sebelum 3 ekor sapi ternak yang dimangsa dalam kurun waktu dua bulan terakhir itu, diakui Iswandi masih di lokasi yang sama juga pernah ada 2 ekor sapi ternak yang juga menjadi mangsa. Terkait kejadian ini, Iswandi menyebutkan, biasanya ada beberapa penyebab yang membuat kawanan harimau tersebut memilih memasuki kawasan pemukiman warga.

Pertama yakni karena habitanya di hutan sudah mulai terganggu, sehingga mereka memilih untuk mencari makan keluar kawasan hutan. Kemudian juga bisa karena faktor umur dari harimau itu sendiri, dimana harimau lebih memilih memangsa hewan yang lemah seperti hewan ternak.

"Faktor lainnya juga bisa karena sedang sakit. Atau bisa juga saat sedang musim perburuan, dimana harimau dewasa mengajarkan cara berburu kepada anak-anaknya," ujar Iswandi.

Sementara itu, untuk mencegah perpanjangan konflik antara harimau dan manusia, pihak Konsorsium Bentang Alam Seblat sudah membawa peralatan mitigasi konflik. Pihak Konsorsium juga bersama tim dari BKSDA dan PHS BBTNKS sudah melakukan pengusiran ke arah HPT Air Rami.

Iswadi menjelaskan, perlu  melakukan pendampingan masyarakat tidak hanya selama konflik terjadi, tapi juga pendampingan untuk sosialisasi pembuatan

Selain itu juga perlu dibuat kandang ternak Tiger Proof Enclosure (TPE) dan bantuan penanaman tanaman pakan ternak. Ini untuk menghindari agar harimau sumatera juga tetap bisa selamat dan aman dari jerat ataupun racun yang dipasang warga.

"Sejauh ini opsinya hanya penggiringan harimau ke habitatnya saja, sedangkan opsi untuk penangkapan dan relokasi bisa menjadi opsi terakhir," pungkasnya.  

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved