Nekat Curi Laptop dan Setrika Mahasiswi di Bengkulu, Cepot Dicokok Polisi

Dua pemuda di Bengkulu Utara, Asep Sahrulloh alias Cepot dan Dwi Andriawan ditangkap polisi karena nekat mencuri laptop dan setrika milik mahasiswi.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Jumpa pers penangkapan tersangka pencurian laptop milik mahasiswi pada Rabu (12/1/2022) di Kabupaten Bengkulu Utara. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA- Dua pemuda di Bengkulu Utara, Asep Sahrulloh alias Cepot dan Dwi Andriawan ditangkap polisi karena nekat mencuri laptop dan setrika milik mahasiswi.

Pencurian ini dilakukan Cepot dan Dwi di kamar kos mahasiswi SS, belakang Kantor DPRD Bengkulu Utara, Kelurahan Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, Rabu (12/1/2022) lalu.

Saat itu, kamar kos SS sedang kosong karena ditinggal untuk kegiatan observasi tugas kuliah.

Mengetahui kos SS kosong, Cepot langsung melaksanakan aksi pencurian bersama Dwi. Cepot masuk lewat pintu belakang, dan Dwi bertugas memantau situasi.

Setelah berhasil masuk, Cepot mengambil laptop dan setrika milik SS, dan segera keluar.

Akibat aksi pencurian Cepot dan Dwi, SS menderita kerugian Rp 5 juta.

Cepot kemudian berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara pada Sabtu (29/1/2022) di kos milik temannya di dekat Wisma Atlet Bengkulu Utara.

Keesokan harinya, Minggu (30/1/2022) giliran Dwi yang diamankan di Desa Tanjung Genting, Kecamatan Air Besi, Bengkulu Utara.

"Kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jery Antonius Nainggolan kepada TribunBengkulu.com, Jumat (4/2/2022).

Lanjut kasat, akibat perbuatannya Cepot dan Dwi diancam dengan pasal 363 ayat (1) ke-4e dan 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved