Lemang Tapai, Makanan Tradisional Khas Bengkulu yang Tak Terkikis Zaman

Lemang tapai merupakan salah satu makanan khas Bengkulu yang terus eksis sampai saat ini.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Sentra penjualan lemang tapai kuliner khas Bengkulu di Jalan Sungai Rupat Lingkar Barat, Kota Bengkulu. 

Pertama beras ketan yang dibeli juga harus dalam keadaan yang bagus, dan selanjutnya dicuci bersih.

Sebelum beras ketan yang sudah dicuci bersih dimasukkan ke dalam bambu, bambu terlebih dahulu dilapisi dengan daun pisang, untuk menambahkan aromanya.

Bambu yang digunakan juga harus bambu muda, kemudian setelah dilapisi daun pisang dan beras ketan, kemudian diisi lagi dengan santan dengan ukuran tertentu.

"Untuk memasaknya, ketan yang sudah dimasukkan kedalam bambu ini dimasak dengan cara dibakar dengan bara api kurang lebih selama 2 jam. Setelah itu lemang didiamkan terlebih dahulu baru kemudian siap untuk dimakan bersama tapai ketan hitam. Ketan Hitam sendiri dicampur sedikit dengan ketan putih agar rasanya tidak terlalu pahit," terangnya.

Erna mengakui tidak jarang juga lemang dan tapai ini diborong sebagai oleh-oleh untuk masyarakat Kota Bengkulu yang akan bepergian keluar provinsi Bengkulu. Termasuk juga orang dari luar Provinsi Bengkulu yang ingin kembali ke tempat asalnya.

"Sering juga dari luar daerah, pernah itu dari Aceh, dari Palembang, dari Jakarta, Medan juga ada. Biasanya kalau disini itu ramainya pada hari libur sekolah, ataupun libur libur nasional," jelasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved