Tolak Keberadaan Perkebunan Sawit, Kepala Suku Enggano: Jangan Ubah Enggano jadi Pulau Sawit

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu angkat bicara terkait rencana masuknya perkebunan sawit skala besar di Pulau Enggano Kabupat

Editor: Yunike Karolina
Tolak Keberadaan Perkebunan Sawit, Kepala Suku Enggano: Jangan Ubah Enggano jadi Pulau Sawit
Google Maps
Tangkapan layar Pulau Enggano dari Google Maps. Perkebunan sawit skala besar bakal masuk ke Pulau Enggano.

TRIBUNBENGKULU.COM - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu angkat bicara terkait rencana masuknya perkebunan sawit skala besar di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

Aman menentang keberadaan perkebunan tersebut. Selain berpotensi merusak ekosistem kawasan, kehadiran komoditas itu juga akan membuat wilayah masyarakat adat akan semakin tergerus.

"Jangan ubah Enggano jadi pulau sawit," kata Ketua Dewan AMAN Wilayah Bengkulu Rafli Zen Kaitora, dalam rilis yang dikeluarkan AMAN Bengkulu, Selasa (8/2/2022).

Kabar tentang rencana pembukaan perkebunan sawit skala besar ini, menurut Rafli yang juga Kepala Suku Kaitora Enggano telah beredar di masyarakat. Bahkan telah ada aktivitas berupa pertemuan antara warga dan pihak perusahaan yang hendak berinvestasi.

Dari data yang didapat, usulan pembukaan perkebunan sawit itu rencana akan mencaplok lahan di Pulau Enggano hingga seluas 15 ribu hektare atau hampir setengah kawasan pulau Enggano yang cuma memiliki luas 39 ribu hektare. "Warga adat di Enggano kini makin resah," ujar Rafli.

Deklarasi Tolak Sawit

Dilansir dari rilis AMAN, Rafli menyebut bahwa empat tahun lalu seluruh kepala suku di Enggano telah membuat keputusan bersama untuk menolak munculnya perkebunan sawit di Pulau Enggano. "Tahun 2017, seluruh kepala suku, ketua lembaga adat, camat dan BKSDA, ikut menandatangani deklarasinya," kata Rafli.

Keputusan bersama yang berjudul Deklarasi Pelestarian dan Penyelamatan Pulau Enggano itu sengaja dicetuskan sebagai tindak lanjut dari Keputusan Kepala Suku Masyarakat Adat Pulau Enggano dengan Nomor: 02/KPS/Ka.S/E/2009 tentang Pengolahan Sumber Daya Alam, Satwa, dan Hewan serta Pembukaan Lahan, Pengelola an dan Pelestarian Kawasan Pesisir Pulau Enggano dalam Upaya Penyelamatan Pulau Enggano dari Ancaman Abrasi.

Dikatakan dalam putusan itu, bahwa masyarakat adat Enggano menolak dengan tegas penanaman kelapa sawit di Pulau Enggano. Baik itu di wilayah Areal Peruntukan Lain (APL) atau areal masyarakat yang masih berhutan.

"Sepakat untuk melakukan penyelamatan SDA dan ekosistem Pulau Enggano," tambah Rafli.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved