Empat Pengeroyok Wartawan Diringkus, Polisi: Pelaku Lain Masih Diburu

Insiden pengeroyokan dialami oleh dua orang wartawan media online lokal Bengkulu RS dan JL saat sedang berada di tempat hiburan karaoke.

ISTIMEWA
Ilustrasi Pengeroyokan. Pelaku pengeroyokan wartawan berhasil diamankan di Polres Lebong dalam keterangan pers, Senin (14/2/2022) 

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Insiden pengeroyokan dialami oleh dua orang wartawan media online lokal Bengkulu RS dan JL saat sedang berada di tempat hiburan karaoke yang ada di Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Pengeroyokan terhadap dua orang wartawan tersebut dilakukan oleh empat orang yang juga sedang mengunjungi tempat karaoke tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Kapolres Lebong AKBP Awilzan didampingi Kasat Reskrim Iptu Alexander dan Kanit Pidum IPDA Trio Hendra Saputra membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan Kanit Pidum IPDA Trio Hendra Saputra aksi pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis (3/2/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kronologis kejadian pengeroyokan ini bermula disaat kedua korban sedang bersantai dan duduk di beranda karaoke. Tidak lama kemudian salah satu pelaku pengeroyokan (CS) keluar dari ruangan karaoke.

Tidak berselang lama terjadi aksi adu mulut antara korban dan pelaku, namun aksi tersebut tidak hanya sebatas adu mulut saja sehingga terjadilah aksi pengeroyokan yang juga ikut dilakukan oleh teman CS yaitu AS, DS, RS.

"Teman-teman pelaku keluar semua dari room karaoke dan memukuli korban," ujar Kanit Pidum IPDA Trio Hendra Saputra dalam keterangan persnya, Senin (14/2/2022) di Mapolres Lebong.

Saat ini pelaku pengeroyokan telah diamankan oleh pihak Polres Lebong. Di mana keempat pelaku tersebut adalah CS (41), AS (22), DS (22), dan RS (22).

Atas insiden tersebut korban RS mengalami 26 luka jahitan sedangkan JL mengalami 6 jahitan di luka tangan sebelah kirinya.

Lanjut Trio, bahwa masih ada terduga pelaku lain nya yang saat ini masih dalam proses pengejaran.

"Masih ada beberapa terduga pelaku masih dalam pengejaran karena kabur," tambah Trio.

Untuk motif dari pengeroyokan karena adanya ketersingungan, sehingga terjadi lah aksi pengeroyokan yang spontan tanpa direncanakan.

Saat ini beberapa barang bukti telah diamankan berupa 1 botol minuman merek malaga warna hijau tua, dan 2 botol minuman merek anggur merah. Yang mana kesemua botol tersebut dipakai pelaku untuk memukul korban.

Atas kejadian tersebut pelaku dijerat pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved