Bikin Deg-degan, Pengendara Mobil Bertemu Harimau saat Melintasi Kawasan Hutan Lindung Bengkulu

Para pengendara yang sering melintas di ruas jalan Desa Padang Bano Kabupaten Bengkulu Utara menuju Kabupaten Lebong diminta waspada terhadap harimau.

Penulis: M Arif Hidayat | Editor: M Arif Hidayat
Tribunnews.com
Harimau Sumatera 

TRIBUNBENGKULU.COM - Para pengendara yang sering melintas di ruas jalan Desa Padang Bano Kabupaten Bengkulu Utara menuju Kabupaten Lebong diminta waspada.

Pasalnya, seorang pengendara mobil Andi, warga Desa Tabeak Blau 1 Kecamatan Lebong Atas Kabupaten Lebong mengaku bertemu harimau sumatera saat melintas sekitar pukul 17.01 WIB, Senin (21/2/2022).

Jalan tersebut merupakan kawasan hutan lindung Bukit Daun wilayah Buki Resam.

"Iya betul ada warga namanya pak Andi cerita melihat Harimau. Bukan dikejar tapi berpapasan," kata Kepala Resort TNKS Lebong, Pestu Doben, kepada TribunBengkulu.com.

Diceritakannya, saat itu pengendara mobil yang bermuatan beras hendak pulang dari Kabupaten Bengkulu Utara menuju Kabupaten Lebong.

Tiba-tiba muncul seekor Harimau dari arah berlawanan.

Andi langsung menghentikan laju mobilnya. Karena takut  dia langsung memutar arah kembali lagi ke Desa Padang Bano, Bengkulu Utara.

"Ceritanya Pak Andi kemarin pas naik, dijalan yang menanjak. Muncul Harimau itu dari arah berlawanan. Karena takut harimaunya terus mendekat, dia langsung putar balik gak jadi pulang ke Lebong," cerita Pestu.

Sementara itu, personel BKSDA, TNKS, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Lingkar Institute Indonesia, dan Pelestarian Harimau Sumatera (PHS) dikatakannya, telah mengecek lokasi tempat munculnya Harimau di jalan lintas tersebut.

Kemunculan harimau tersebut juga sempat diabadikan melalui kamera handphone.

"Memang kawasan tersebut jalur perlintasan Harimau, tapi selama 6 tahun bertugas disini. Baru kali ini ada warga yang bertemu harimau," terangnya.

Pihaknya mengimbau agar warga setempat untuk mengurangi aktifitasnya berkebun atau masuk ke hutan untuk sementara waktu.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Tetap waspada dan kurangi aktifitas di sekitar kawasan hutan lindung Bukit Daun," paparnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved