Senin, 18 Mei 2026

Sindikat Pembobol ATM Pernah Beraksi di Padang, Ketahuan CS Langsung Kabur

Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, sindikat pembobol ATM yang diungkap pihaknya pernah beraksi di Kota Pada

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi/Tribunnews.com
Tujuh tersangka pembobol ATM berhasil dibekuk tim Polda Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, sindikat pembobol ATM yang diungkap pihaknya pernah beraksi di Kota Padang.


Menurut catatan kepolisian, sindikat ini sudah menggasak Rp 170 juta dan Rp 250 juta di Bank BRI Universitas Andalas.


Namun, aksi sindikat ini tak selalu mulus.


Dijelaskan Teddy, saat beraksi, sindikat ini pernah ketahuan oleh pihak CS bank.


"Mereka langsung kabur saja, ditinggalkan semua KTP dan buku tabungan palsu itu di bank," kata Teddy.


Dalam menjalankan aksinya, diantaranya sindikat ini juga memiliki personel perempuan.


Jika rekening yang akan dibobol adalah milik perempuan, maka personel perempuan sindikat ini yang akan datang ke CS berpura-pura kehilangan ATM.


"Jadi misal ATM yang akan dibobol milik Bunga, personel wanita ini yang datang berpura-pura sebagai Bunga, melaporkan kehilangan ATM," ujar Teddy.


Cara kerja sindikat ini adalah dengan cara mencari dan meneliti data nasabah bank, yang dalam kasus ini adalah Bank BRI.


Setelah menemukan target data nasabah, sindikat ini kemudian membuat KTP dan buku rekening palsu.


"Kemudian, sindikat ini berpura-pura kehilangan ATM, dan melapor ke pihak bank untuk mendapatkan ATM baru, dengan KTP dan buku rekening palsu tadi," ungkap Teddy.


Setelah mendapatkan ATM baru beserta nomor PIN baru dari pihak bank, sindikat ini kemudian menggasak uang milik nasabah yang sudah dipalsukan.


"Jumlah yang ditarik bervariatif, dari Rp30 juta hingga Rp100 juta, tergantung jenis ATM," kata dia.


Dari berbagai lokasi, sindikat ini sudah menggasak uang nasabah sebesar Rp2,9 miliar. Di Batam Rp180 juta, Palembang Rp200 juta, Padang Rp170 juta dan Rp250 juta, Lampung Rp160 juta, Bangka Belitung Rp150 juta, Semarang Rp1,7 miliar, dari 12 KCP Bank BRI.


"Kalau di Bengkulu, sindikat ini sudah menggasak Rp100 juta," ungkap Teddy.


Sementara, untuk otak sindikat ini, pihak kepolisian sudah mengamankannya di Semarang.


"Dari mana mereka mendapatkan data nasabah, masih kita dalami," kata Teddy.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved