Save Gajah Sumatera, Konsorsium Bentang Alam Seblat: Pemerintah Tindak Tegas Oknum Pembalakan Liar

Konsorsium Bentang Alam Seblat ingin mengawal benteng terakhir gajah sumatera di Bengkulu, dari pembalakan liar habitat gajah Sumatera.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Konsorsium Bentang Alam Seblat meminta pemerintah harus menindak tegas pelaku pembalakan liar di kawasan habitat gajah Sumatera, Kamis (24/2/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Konsorsium Bentang Alam Seblat ingin mengawal benteng terakhir gajah sumatera di Bengkulu, dari pembalakan liar habitat gajah Sumatera.

Apalagi, penyelamatan populasi gajah Sumatera dan perlindungan habitatnya menjadi hal yang mutlak. Butuh komitmen bersama, dukungan banyak pihak untuk mewujudkan penyelamatan populasi gajah Sumatera.

Ketua Konsorsium Bentang Alam Seblat, Ali Akbar mengatakan, langkah yang mereka ambil agar dapat menyelamatkan habitat gajah dengan meminta penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada para perambah atau pembalak liar di kawasan hutan yang menjadi habitat gajah Sumatera.

"Temuan kami di lapangan, ada beberapa praktik pembukaan kawasan hujan, justru difasilitas aparat desa, oknum di pemangku kawasan dan warga yang memiliki modal," ujar Ali kepada TribunBengkulu.com, (24/2/2022).

Jika ini berlarut, kata Ali yang juga Ketua Kanopi Hijau Indonesia ini, konflik antara gajah dan manusia akan semakin sering bermunculan.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra menyampaikan, pemerintah harus segera menetapkan koridor penghubung gajah Sumatera.

Kata Egi, tindakan ini, bisa membantu menyelamatkan para gajah yang sudah terfragmentasi habitatnya. Ini juga bisa memperpanjang daur hidup satwa endemik Sumatera di Bengkulu.

"Tanpa koridor itu, habitat gajah yang selama ini, sudah menyempit akibat aktivitas manusia, industri perkebunan, pertambangan,akan semakin tergerus dan memicu kematian gajah semakin cepat," ungkapnya.

Untuk diketahui, bentang alam Seblat merupakan ekologis dengan fungsi utama sebagai penyangga sumber penghidupan komunitas yang hidup mulai dari kecamatan ketahun kabupaten Bengkulu Utara hingga ke kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko.

Wiayah ini, menjadi hulu dari sungai-sungai besar seperti Sungai Ketahun, Seblat, Majunto. Serta terbagi menjadi beberapa daerah aliran sungai yakni DAS Tamarang, Retak, Ipuh, Air Rami, Seblat, Sabai dan Sebana.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved