Sembari Pamit, Kajati Bengkulu Pastikan Tersangka Kasus Replanting Kelapa Sawit Ditetapkan

Pegawai dilingkup Kejaksaan Tinggi Bengkulu, mengantarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Agnes Triani saat pisah sambut, Jumat (25/2/2022).

Panji/Tribunbengkulu.com
Kajati Bengkulu Agnes Triani 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pegawai dilingkup Kejaksaan Tinggi Bengkulu, mengantarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Agnes Triani saat pisah sambut, Jumat (25/2/2022).

Agnes dipromosikan sebagai Direktur Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (Orhanda) Pada Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Mengenakan batik basurek dengan motif Bunga Rafflesia, Kajati Bengkulu, Agnes Triani menegaskan, meski dirinya berpindah tugas. Namun kasus dugaan korupsi replanting kelapa sawit terus digeber.

Bahkan dalam waktu akan ditetapkan tersangkanya.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada tersangka, saat ini masih dalam penghitungan kerugian negara" ujar Agnes.


Sebagai informasi, Kasus dugaan korupsi replanting kelapa sawit di Bengkulu Utara yang terjadi pada tahun 2019-2020 lalu. Ratusan saksi telah dimintai keterangan guna kepentingan penyidikan.

kelompok tani penerima program replanting kelapa sawit mencapai 25 kelompok. Dari 25 kelompok itu, petani yang tercatat sebagai anggota sekitar 200 orang.

Sedangkan untuk anggaran replanting kelapa sawit Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019-2020 diketahui mencapai Rp 150 miliar. Anggaran tersebut kemudian dibagikan kepada kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara dengan beberapa tahapan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved