Sujud Syukur Pria Penemu Ponsel di Bengkulu Selatan yang Dibebaskan Kejaksaan

AAE pelaku pencurian handphone di Bengkulu Selatan, meneteskan air mata setelah dibebaskan oleh pihak Kejari Bengkulu Selatan

IST
AAE seorang penemu ponsel yang sempat dijerat kasus pencurian kini dibebaskan. Pria dari Bengkulu Selatan ini tampak dipeluk anak-anaknya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - AAE pelaku pencurian handphone di Bengkulu Selatan, meneteskan air mata setelah dibebaskan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan. 


AAE yang mengenakan rompi merah bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan, memeluk sang istri dan anaknya, sembari meneteskan air mata di ruang com and center Kejari Bengkulu Selatan. 


AAE juga memeluk dan mencium tangan pihak korban, lalu pihak kejaksaan juga melepaskan rompi merah yang ia kenakan, kemudian ia langsung sujud. 


Ia dibebaskan melalui sistem Restoratif justice oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan. 

Saat rompinya dilepaskan AAE langsung melakukan sujud syukur.


Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Agnes Triani mengatakan, AAE dibebaskan dari status tersangka, karena jaksa menerapkan sistem restorative justice.


"Pelaku dan korban sudah berdamai, dimana Kejari Bengkulu Selatan melakukan sistem restorative justice, dengan persetujuan kejaksaan Agung" kata Agnes, kepada TribunBengkulu.com, pada Jum'at (25/2/2022) 


Agnes menuturkan, kejadian pencurian ini terjadi pada 31 Desember 2021 lalu. AAE saat itu datang ke anjungan tunai mandiri (ATM) BNI Cabang Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk menyetorkan uang.


Lalu, AAE melihat sebuah handphone biru di atas mesin ATM. Kemudian, AAE mengambil ponsel tersebut. Diketahui ternyata ponsel itu milik korban yang bernama Lenawati.


Melalui nomor telepon lain, korban menghubungi nomor ponselnya yang berada ditangan AAE, Lenawati meminta ponselnya dikembalikan.


Apabila tidak dikembalikan dalam waktu 3 hari, maka ia akan melaporkan kasus ini ke polisi.


Saat itu, Permintaan Lenawati tidak diindahkan oleh AAE. Korban akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. 


Perkara ini sudah selesai diselidiki dan dilimpahkan ke Kejari Bengkulu Selatan.


Agnes menjelaskan, hal ini dilakukan karena syarat-syarat restoratif justice terpenuhi untuk diberikan kepada pelaku. 


"Ini adalah sistem keadilan restorative justice ketiga yang diberikan oleh kejaksaan di Bengkulu sepanjang Januari dan Februari 2022" kata Agnes.
 

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved