Heboh Sayembara Cari Orang Hilang
Heboh Pencarian Orang Berhadiah Rp 5 Juta di Bengkulu, Ternyata Ini Duduk Perkara Sebenarnya
Sejak Jumat (25/2/2022) kemarin beredar pengumuman pencarian seorang perempuan berinisial OL di media sosial Facebook dan Instagram.
Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
Laporan, Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak Jumat (25/2/2022) kemarin beredar pengumuman pencarian seorang perempuan berinisial OL di media sosial Facebook dan Instagram.
Namun berbeda dari pengumuman orang hilang biasanya, pengumuman pencarian orang hilang ini disertai iming-iming hadiah Rp 5 juta.
Hal yang tak jamak ini membuat TribunBengkulu.com melakukan penelusuran dan memverifikasi info-info yang ada.
Ternyata dari hasil penelusuran TribunBengkulu.com, pengumuman pencarian orang hilang ini ada hubungan dengan kasus.
Dalam pengumuman, terlihat seorang perempuan berinisial OL menggunakan baju dan jilbab hitam, sedang memegang bunga artificial berwarna biru. Tampak seperti orang berfoto setelah wisuda.
Dalam pengumuman juga disebutkan bahwa OL sendiri sudah menghilang sejak 10 Februari 2022 lalu.
Ada 3 nomor handphone yang juga dilampirkan dalam pengumuman tersebut, diantaranya bernama Siska, Monica dan Febri.
TribunBengkulu.com lalu menghubungi ketiga kontak tersebut. Dari ketiga kontak itu yang memberikan respon hanya atas nama Febri.
Sedangkan atas nama Siska dan Monica tidak mengangkat telepon saat dihubungi.
"Postingan itu merupakan inisiatif yang dibuat oleh teman-teman karena sudah geram tidak bisa menemui sejak 10 Februari lalu," ungkap Febri.
Febri menyebutkan, OL sendiri dicari karena dugaan melakukan penipuan. Namun Febri tak menjelaskan modus penipuan yang dituduhkan itu.
"Untuk jelasnya mungkin nanti bisa sama Siska saja bang, karena Minggu lalu mereka juga sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Ratu Agung," ujar Febri kepada Reporter TribunBengkulu.com
Terpisah Kapolsek Ratu Agung, Iptu Yoga Tama membenarkan adanya laporan atas nama OL.
Laporan sendiri dibuat oleh salah satu korban yang bernama Sisca, namun bukan laporan arisan online, melainkan korban investasi bodong.
"Ya benar sudah ada laporan kepada kita. Namun saat ini kita masih mengumpulkan korban-korban terlebih dahulu, jadi kita belum bisa sebutkan berapa jumlah korban dan berapa jumlah kerugian yang dialami," ungkap Yoga.
Saksikan update berita ini seterusnya di TribunBengkulu.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/sayembara-cari-orang-hilang1313.jpg)