Omset Kios Oleh-oleh Khas Bengkulu Terjun Bebas Hingga Tinggal 30 Persen

Salah satu kios oleh-oleh khas makanan bengkulu, yaitu Kios Ratu Samban yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Anggut Atas.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: prawira maulana
ACHMAD FADIAN
Kios oleh-oleh di Jalan Ratu Samban Bengkulu. Saat ini para pemilik kios mengaku omsetnya turun drastis sejak pandemi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com Achmad Fadian

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kios oleh-oleh khas makanan Bengkulu, yaitu Kios Ratu Samban yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Anggut Atas mengaku omsetnya turun drasti selama pandemi.

Dari sebelumnya, dalam satu bulan omset terkumpul Rp 30 juta, kini hanya Rp 10 juta saja.

Makanan khas bengkulu yang dijual seperti, lempuk durian, perut punai, keripik ikan beledang, sirup kalamansi, emping melinjo.

"Yang sering dibeli masyarakat dan wisatawan datang ke bengkulu untuk oleh-oleh lempuk durian, emping melinjo dan sirup kalamansi," ujar Karyawan Kios Ratu Samban Maizar kepada TribunBengkulu.com, (26/2/2022).

Untuk lempuk durian, tergantung dengan adanya durian atau tidak, sekali memproduksi mencapaj 50 kg. Sedangkan perut punai diproduksi setiap hari, dalam satu hari 5 kg.

"Harga lempuk durian 1 kgnya, Rp 120 ribu. Perut punai 1 kg Rp 60 ribu,"  jelasnya.

Sebelum pandemi, lempuk durian menjadi menu utama masyarakat untuk memesan, pemesan sampai ke Jakarta, dan Kalimantan. Karena Covid-19, diakuinya, penjualan jadi sepi.

"Omset kini tidak menentu, Rp 10 juta kurang dikit," katanya

Maka dari itu, pihaknya berharap pandemi cepat berakhir, dan walaupun sudah susah mengembalikan ekonomi lagi.

"Tergantung dengan pihak pemerintah, sebah, makanan khas inikan banyak dibeli wisatawan luar, kalau ada acara dari luar ke Bengkulu pasti banyak yang beli. Tapi, untuk orang lokal Bengkulu sendiri yang beli sepi," tutupnya. 

 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved