Heboh Sayembara Cari Orang Hilang

Sayembara Cari Orang Hilang, Kapolsek: Status OL Belum Ditentukan, Dugaan Capai Ratusan Juta

Diakui Kapolsek Ratu Agung, Iptu Yoga Tama laporan terkait investasi bodong ini diterima oleh Polsek Ratu Agung Minggu lalu

Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
INSTAGRAM/FACEBOOK
Pencarian orang hilang berhadiah Rp 5 juta. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Hingga Sabtu (26/2/2022) Polisi masih belum menetapkan status OL, warga Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, yang diduga melakukan praktek investasi bodong.

Diakui Kapolsek Ratu Agung, Iptu Yoga Tama laporan terkait investasi bodong ini diterima oleh Polsek Ratu Agung Minggu lalu dari Siska yang mengaku sebagai salah satu korban.

"Kita belum bisa sebutkan statusnya sekarang apa. Tapi nampaknya ini nanti bakal kita rilis, sekarang kita sedang kumpulkan dulu laporan, agar nanti tidak ada laporan ganda. Tidak menutup kemungkinan jumlah kerugian yang dialami korban jumlahnya cukup fantastis," ungkap Kapolsek.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa hari terakhir beredar di media sosial pengumuman tentang pencarian seorang perempuan. 

Namun berbeda dari pengumuman orang hilang biasanya, pengumuman pencarian orang hilang ini disertai iming-iming hadiah Rp 5 juta.

Hal yang tak jamak ini membuat TribunBengkulu.com melakukan penelusuran dan memverifikasi info-info yang ada.

Kapolsek melanjutkan pihaknya sudah 2 kali mendatangi rumah OL untuk memintanya datang ke Polsek Ratu Agung.

Namun dari pengakuan penyidik Polsek Ratu Agung, sejauh ini Okti belum pernah datang memenuhi panggilan tersebut.

"Sekarang petugas kita masih fokus mendata dulu, karena kemarin kita minta pelapor mengumpulkan dulu semua korban untuk melapor ke kita. Tapi nanti saya akan cek lagi, apakah sudah ada pemenuhan panggilan kepada penyidik kita atau belum," ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dikumpulkan TribunBengkulu.com diduga ada sekitar 26 orang korban. Nilai kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, dari laporan korban Siska, modus investasi bodong yang dijalankan oleh terduga pelaku adalah modus penggadaian barang. Dimana terduga pelaku meminta uang kepada korban selaku investor, dengan dalih ada yang mau menggadaikan barang.

Kemudian dari uang tersebut, terduga pelaku menjanjikan akan memberi keuntungan kepada investor dari hasil pengembalian uang hasil penggadaian barang tersebut. Padahal kendatinya orang yang menggadaikan barang tersebut hanyalah fiktif dan dikarang saja oleh Oktia. 

Diberitakan sebelumnya, sejak Jumat (25/2/2022) kemarin beredar pengumuman pencarian seorang perempuan berinisial OL di media sosial Facebook dan Instagram.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved