Konflik Rusia Vs Ukraina, Berikut Upaya Pemerintah RI Melindungi WNI di Ukraina

Konflik Rusia dan Ukraina semakin memanas. Terlebih lagi setelah rudal Rusia mendarat di wilayah Ukraina.

Penulis: Yunike Karolina | Editor: Yunike Karolina
AFV/Genya Savilov
Bangunan tempat tinggal di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. Kementerian Luar Negeri RI menyiapkan proses evakuasi WNI di Ukraina. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Konflik Rusia dan Ukraina semakin memanas. Terlebih lagi setelah serangan sebuah peluru militer yang ditembakan ke wilayah Ukraina.

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pun sudah bersiap di tengah gempuran Rusia ke Ukraina dengan melakukan upaya evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Ukraina.

Kemlu melansir ada 153 WNI masih berada di Ukraina. Seperti yang disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam konferensi persnya, Sabtu (27/2/2022), Judha mengatakan, kemlu masih terus melakukan komunikasi. Agar menyampaikan kepada teman-teman WNI yang di Ukraina segera melapor diri untuk update data.

Kemlu menyebut para WNI tersebut tersebar di beberapa kota di Ukraina. Meliputi, 82 di antaranya sudah berada di KBRI Kiev.

Sebanyak 25 WNI di Odessa, 3 di Lviy, 4 di Kharkiv dan 9 di Chernihiv.

Mereka dalam kondisi aman dan sudah berada di safe house di beberapa titik di Ukraina yang sudah disiapkan oleh KBRI.

"Yang lain tersebar di berbagai titik. Semuanya sudah dilokalisir. KBRI Kiev juga terus berkomunikasi dengan para WNI yang masih di Ukraina," sambung Judha.

Dalam konferensi pers, Judha juga menyampaikan jika Kemlu sudah menyiapkan proses evakuasi bagi WNI di Ukraina dengan menyiapkan pesawat dan tim evakuasi.

“Sebagai upaya antisipasi ketika nanti para WNI sudah bisa dialokasi bukan hanya di titik safe house namun kita bawa ke luar Polandia dan Rumania,” katanya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (26/2/2022).

Beberapa safe house, kata Judha, sudah ditentukan. Pihaknya juga telah meminta WNI untuk menuju ke safe house tersebut. Seperti di Kota di Kota Odessa dan Lviv.

Untuk beberapa warga negara kita yang kesulitan pada saat itu menjangkau KBRI karena kesulitan transportasi, KBRI juga membantu untuk melakukan penjemputan.

“Pihak KBRI juga menyediakan tim psikolog yang bisa menemani warga secara daring. Untuk membantu agar para WNI tetap tenang menghadapi krisis keamanan di Ukraina,” jelasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved