Anggota Dewan Provinsi Bengkulu Edi Tiger: Sulit Membuka Keterisolasian Kabupaten Lebong

Hingga saat ini rencana untuk membuka keterisolasian Kabupaten Lebong, dengan membuka jalan tembus dari Lebong ke Merangin sulit terlaksana.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Mohd Gustiadi. Menurut anggota DPRD Provinsi Bengkulu dapil Lebong-Rejang Lebong ini sulit membuka keterisolasian Kabupaten Lebong saat ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Hingga saat ini rencana untuk membuka keterisolasian Kabupaten Lebong, dengan membuka jalan tembus dari Kabupaten Lebong menuju Kabupaten Merangin Provinsi Jambi dinilai hampir tidak mungkin terlaksana.

Rencana ini sebelumnya tersendat karena membelah kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang cukup panjang.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Mohd Gustiadi menyarankan agar Pemkab Lebong harusnya bersama-sama bergandengan dengan Pemda Provinsi Bengkulu, mencari solusinya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Bila perlu koordinasi juga dengan pihak Pemkab Kabupaten merangin dan Pemda Provinsi Jambi, untuk bersama-sama dengan kementerian mencari solusi untuk membuka akses jalan tembus dari Lebong ke Merangin itu," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Edi Tiger ini merasa, jika hanya Pemkab Lebong atau Pemda Provinsi Bengkulu saja yang berkoordinasi mencari solusi, maka menurutnya akan cukup sulit untuk menemui solusi.

"Terakhir tahun 2021 kemarin kita Komisi III sudah menjajaki rencana jalan Tembus Lebong - Merangin ini. Tepatnya dari Desa Sungai Lisai Kabupaten Lebong menuju Desa Muara Madras Kabupaten Merangin. Jika dilihat memang cukup panjang membelah wilayah TNKS, jadi persentase kemungkinan jalan tembus bisa direalisasikan benar-benar sangat kecil," jelasnya.

Disebutkan Edi, apabila jalan tembus tersebut bisa untuk terealisasi, maka harusnya panjang jalan tembus tersebut kurang lebih sekitar 9 KM.

Tentunya ini akan mempermudah konektivitas Bengkulu dengan provinsi lain, terutama Jambi. Hal itu juga akan sangat selaras dengan cita-cita Provinsi Bengkulu untuk menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang ekspor Sumatera.

"Memang potensinya cukup kecil untuk bisa mewujudkan jalan tembus itu, namun jika 2 pemerintah kabupaten yakni Lebong dan Merangin, bersama 2 pemda provinsi, Bengkulu dan Jambi bersama-sama bersinergi, bisa jadi masih ada peluangnya," kata Edi. 
 
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved