Warga Seluma Minta Bupati Segera Hentikan Aktivitas Tambang Pasir Besi, Berikut Tuntutan Massa

Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Barat Menolak Tambang Pasir Besi Kabupaten Seluma, Selasa (1/3/2022) menggelar demo.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
ISTIMEWA
Aksi damai tindak lanjut penolakan Tambang Pasir Besi di Kabupaten Seluma, Selasa (1/3/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Barat Menolak Tambang Pasir Besi Kabupaten Seluma, Selasa (1/3/2022) menggelar aksi damai meminta Bupati Seluma segera menghentikan aktivitas pertambangan pasir besi Desa Pasar Seluma.

Menurut masyarakat aktivitas pertambangan tersebut akan memperburuk kehidupan masyarakat dan melanggengkan praktik perampasan ruang hidup.

Serta menimbulkan kerusakan ekologis yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di pesisir barat Kabupaten Seluma.

"Aktivitas pertambangan pasir besi ini telah menciptakan perpecahan yang kemudian menciptakan konflik horizontal di tengah masyarakat yang selama ini telah hidup dengan harmonis dan damai," ungkap salah satu orator aksi , Abdullah.

Dikatakannya, ada beberapa hal mendasar sehingga dilakukannya aksi damai penolakan pertambangan pasir besi ini. Di antaranya berdasarkan pernyataan dari Wakil Bupati Seluma dan DPMPSTP Seluma yang menyatakan bahwa perizinan sudah kedaluwarsa.

"Apabila dalam 3 tahun berturut-turut tidak melaksanakan operasional maka izin tersebut luntur dengan sendirinya. Selain itu perusahaan pengelola telah masuk dalam Daftar IUP yang dicabut verdasarkan pengumuman Kementerian ESDM," katanya.

Selain itu pada 05 Januari 2022 lalu, atas desakan masyarakat Bupati Seluma telah mengeluarkan surat imbauan kepada perusahaan untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan yang ada di lokasi.

Namun faktanya imbauan yang dikeluarkan oleh Bupati Seluma tidak dipatuhi oleh pihak perusahaan dengan tetap melakukan aktivitas pertambangan.

Selanjutnya pada tanggal 10 Febuari 2022 berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Seluma, yang dilaksanakan di Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, juga menyatakan meminta pihak perusahaan untuk segera melengkapi izin dan segera memenuhi kewajiban perusahaan yang belum dilakukan.

"Hal ini jelas menunjukan fakta bahwa perusahaan pengelola tidak memiliki perizinan yang lengkap dan tidak memenuhi kewajiban," ujar Abdullah.

Berikut beberapa tuntutan yang disampaikan Koalisi Masyarakat Pesisir Barat Menolak Tambang Pasir Besi Kabupaten Seluma, Selasa (1/3/2022) :

1. Bupati Seluma segera menghentikan Aktivitas Pertambangan Pasir Besi PT.Faming Levto Bakti abadi.

2. Bupati Seluma mengeluarkan seluruh peralatan pertambangan PT.Faming Levto Bakti Abadi.

3. Bupati Seluma Segera menindak tegas PT.Faming Levto Bakti abadi secara Konstitusi/Hukum.

4. Meminta Hasil Berita Acara Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Pemkab Seluma yang di laksanakan di Dinas ESDM Provinsi Bengkulu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved