Desakan Ekonomi, Nelayan Bengkulu Alih Profesi Jadi Pengumpul Limbah Batu Bara

Sejumlah nelayan di Kota Bengkulu beberapa minggu terakhir ini beralih profesi menjadi pengumpul limbah batu bara di sekitar Pantai Kualo, Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Luqman (56) pengumpul batubara di pantai kualo Bengkulu. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Sejumlah nelayan di Kota Bengkulu beberapa minggu terakhir ini beralih profesi menjadi pengumpul limbah batu bara di sekitar Pantai Kualo, Bengkulu.

 

Limbah batubara yang menyerupai pasir berwarna hitam yang diambil itu, terbawa arus yang datang dari sungai Muara Bangkahulu kemudian menepi di Pantai Kualo.

 

"Sejak lima bulan lalu sudah banyak batubara disini," ujar Luqman (56) satu diantara pengumpul batubara di Pantai Kualo.

 

Luqman yang dulunya berprofesi sebagai nelayan beralih menjadi pengumpul batubara di Pantai Kualo ini. Lantaran beberapa minggu terakhir, cuaca di perairan laut Bengkulu cukup ekstrim.

 

"Cuaca lagi buruk mas, lagian sekarang musim ubur-ubur gatal jadi sudah dua bulan ini saya tidak melaut," ujarnya.

 

Akibat dari tidak melaut, Luqman yang juga merupakan Ketua RW 2 Kelurahan Beringin Raya ini mengaku tidak memiliki pemasukan dan mulai ikut mengumpulkan limbah batubara.

 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved