Pasutri Jadi Pengumpul Limbah Batu Bara di Pantai Kualo, Sehari Hanya Dapat Rp 50 Ribu-150 Ribu

Suardi salah satu pengumpul limbah batu bara di Pantai Kualo, Kota Bengkulu ini, merupakan perantuan dari Padang Pariaman.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Salah satu pengumpul limbah batu bara di Pantai Kualo, Kota Bengkulu saat mengumpulkan limbah batu bara, Kamis (10/3/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Suardi salah satu pengumpul limbah batu bara di Pantai Kualo, Kota Bengkulu ini, merupakan perantuan dari Padang Pariaman.

Ia merasakan susahnya hidup di Bengkulu.

Suardi bersama istri dan anak bungsunya, setiap hari dari pukul 07.00 sampai 18.00 WIB, mengambil batu bara di pantai, lalu dimasukan ke dalam karung yang sudah ia siapkan.

"Kadang sehari dapat uang Rp 150.000 - 50.000 ribu, dihitung perkarungnya. Bisa 3 karung, paling kecil 1 karung," ujar Suardi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (10/3/2022).

Diceritakan Suardi, cara mengambil batu bara di pantai dengan cara dikumpulkan menggunakan saringan yang biasanya untuk menangkap ikan. Lalu dimasukan ke dalam karung.

Untuk mendapatkan batu bara ini, terkadang mereka harus berhadapan dengan ombak pantai yang datang tiba-tiba.

Setelah terkumpul penuh dalam karung, batu bara tadi lalu disetorkan ke pengepul limbah batu bara di dekat lokasi dia mengambil batu bara.

Dalam satu hari bisa mendapat 10 atau 5 karung.

Kenapa Suardi memilih menjadi pengumpul batu bara daripada menjadi nelayan? menurut Suardi, ikan dilaut sedang susah dicari.

"Untuk makan saja kini susah,"  ucapnya.

Harga 1 karung batu bara, seharga Rp 10.000, saat ini, dapat 1 karung saja sudah bersyukur. Sebab, pengumpul lain juga banyak mencari batu bara.

"Kini agak sepi , karena gaji kami belum dibayar," jelasnya.

Hal senada, juga dikatakan Istri Suardi, alasan memilih pengumpul batu bara, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, dia seorang perantauan.

"Ikan di laut lagi susah, makanya kami mengambil batu bara," ujar Elvina. 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved