Kata Gubernur Rohidin soal IKN: Kaltim Cocok, Jauh dari Potensi Tsunami dan Gunung Berapi

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Kalimantan Timur (Kaltim) cocok untuk dijadikan Ibu Kota Negara (IKN).

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
HO MC Pemprov/TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat menghadiri penanaman pohon di titik nol IKN di Kalimantan Timur bersama Presiden RI, Joko Widodo, Senin (14/3/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Kalimantan Timur (Kaltim) cocok untuk dijadikan Ibu Kota Negara (IKN), dengan melihat beberapa pertimbangan mendalam.

Salah satunya dari sisi potensi kebencanaan, yang menjadi salah satu pertimbangan pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim.

"Dari sisi potensi bencana cukup kecil, seperti bencana tsunami dan letak gunung berapi yang jauh," ungkap Rohidin.

Diketahui bahwa pemerintah pusat juga menunjuk Balikpapan sebagai lokasi sementara Kantor Kepala Kawasan Otoritas IKN Nusantara.

Menurut Rohidin ini juga sudah pas, mengingat Balikpapan merupakan Kota yang besar dengan beberapa infrastruktur yang sudah tersedia.

"Seperti jalur Tol, itu sudah ada jalan Tol Balikpapan - Samarinda dan juga  Trans Kalimantan. Belum lagi fasilitas lain seperti bandara, pelabuhan peti kemas di Kariangau dan Pelabuhan Semayang," ujar Rohidin.

Rohidin berharap dengan keberadaan Kantor Kepala Kawasan Otoritas IKN di Balikpapan maka pelaksanaan pemindahan ibukota segera terwujud.

Ia juga mengharapkan agar keluarga besar Sriwijaya di Kaltim juga ikut berperan aktif dalam pembangunan IKN sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

"Di sini masyarakatnya juga heterogen, jadi nanti bisa berakulturasi dengan masyarakat lokal dengan mengusung kesatuan dan kebersamaan. Sehingga kita sebagai bangsa yang majemuk akan semakin Solid," ungkap Rohidin.

Sementara itu, Provinsi Bengkulu sendiri diakui Rohidin akan memberikan kontribusi terbaik atas terbentuknya IKN baru di Kaltim.

Apalagi Bengkulu sendiri merupakan tempat lahirnya ibu negara pertama Indonesia, yakni Fatmawati yang menjahit sang saka merah putih.

"Mewakili masyarakat Bengkulu saya merasa bangga dan siap berkontribusi terbaik bagi Ibukota Negara Indonesia yang baru. Kami juga telah meletakkan tanah dan air dari Bengkulu sebagai simbol kebersamaan dalam rajutan NKRI," ujarnya. 
 
 
 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved