Peduli Pembangunan di Sumbagsel, Bukti Erick Thohir Dulur Kito Warga Sumbagsel

Masih seputar Erick Thohir yang ternyata dulur kito warga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Herman Deru bangga kepada erick thohir

Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan pidato kunci di Seminar Hasil Kajian Maspro Sumbagsel dengan tema "Membangun Aglomerasi Sumbagsel Untuk Nusantara-Indonesia" di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM, PALEMBANG - Masih seputar Erick Thohir yang ternyata dulur kito warga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Di artikel sebelumnya, jelas bahwa Erick menaruh perhatian lebih kepada Sumbagsel. Lalu, bagaimana dengan pemerintah daerah setempat? Mari kita ikuti tanggapan dari kelima provinsi di wilayah Sumbagsel.

Untuk diketahui, Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (Maspro Sumbagsel) baru saja menggelar Seminar Hasil Kajian dengan tema "Membangun Aglomerasi Sumbagsel Untuk Nusantara-Indonesia" di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2022).

Pada acara tersebut, Erick memberikan pidato kunci. Menteri BUMN ini menyebut banyak potensi yang bisa dimaksimalkan di wilayah Sumbagsel. Mulai dari sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan berbagai potensi lainnya.

Erick yang merupakan keturunan orang Gunung Sugih, Lampung itu juga menyebut tidak ada di wilayah lain yang keberadaan BUMN-nya sebanyak dan sekomplit di Sumbagsel. Lagipula, secara geografis, letak Sumbagsel sangat dekat dengan Jawa, pulau yang notabene menjadi pusat perekonomian Indonesia.

Lalu, bagaimana sikap pemerintah daerah di wilayah Sumbagsel? Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan sepakat bahwa untuk mencapai 4 besar ekonomi dunia pada 2045 harus dilakukan pemerataan, bukan hanya Jawa sentris. Menurutnya, konsep aglomerasi di lima provinsi ini harus berjalan satu tujuan, meski terdapat keunggulan di masing-masing wilayah.

"Lampung misalnya, ada kopi, begitu juga di Sumsel dan Bengkulu, karet. Ada dukungan sumber daya pertambangan. Dari ini ketika ada persamaan persepsi, akan terbangun suatu kekuatan di Sumbagsel dengan melihat berbagai kelebihannya," terang Mulyadi.

Ia mengamini pernyataan Erick bahwa Sumbagsel kaya dengan SDA. Faktanya, di satu sisi ada peningkatan produksi, namun ke depan harus mendorong upaya nilai tambah. Tentu instrumen yang bisa digunakan dengan mendorong kebijakan hilirisasi SDA, baik pertambangan maupun pertanian.

Terlebih, Erick merupakan dulur kito warga Sumbagsel. "Isu kemandirian energi, pangan, dan air ini juga benteng, sebagai masukan bagi kita masyarakat Sumbagsel. Karena dengan kuatnya kemandirian energi, menjadikan Sumbagsel wilayah yang kuat ke depannya," cetus Mulyadi.

Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah juga tertarik dengan pernyataan Erick. Dalam percepatan pembangunan, sinergi dan kolaborasi antar daerah wajib dilakukan. Pemerintah pusat telah membangun konektivitas di wilayah Sumatera dan tol yang menghubungkan antar provinsi. Hanya saja, masih ada yang belum tersambung.

Sebagai daerah kepulauan, Babel belum merasakan ruas jalan tol untuk percepatan ekonomi setempat. Akibatnya, akan terjadi perbedaan harga produksi antar wilayah daratan dan kepulauan. Sehingga, Pemprov Babel mengangkat persoalan ini, bersama dengan Pemprov Sumsel. Ia yakin dengan perhatian lebih Erick, Sumbagsel semakin berkembang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved