Walikota Instruksikan Instal Michat

Wali Kota Instruksikan Camat dan Lurah Instal Aplikasi Michat Pantau Prostitusi Online

Wali Kota instruksikan ASN khususnya Camat dan Lurah untuk memantau prostitusi online dengan cara menginstal aplikasi Michat.

Penulis: Hendrik Budiman | Editor: Hendrik Budiman
Tribun Manado
Ilustrasi prostitusi online Wali Kota Malang, Sutiaji, mengajak seluruh lurah dan camat se-Kota Malang agar menggunakan aplikasi Michat guna memantau prostitusi online. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Wali Kota instruksikan ASN khususnya Camat dan Lurah untuk memantau prostitusi online dengan cara menginstal aplikasi Michat.

Pasalnya, aplikasi Michat menjadi dan marak digunakan sebagai sarana prostitusi online.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Malang, Sutiaji saat menjadi inspektur apel pagi di Balai Kota Malang, Senin, (14/3/2022).

Dikutip dari TribunNews.com, Sutiaji mengajak lurah dan camat se-Kota Malang menggunakan aplikasi Michat guna memantau prostitusi online.

Lantaran kini sedang marak-maraknya prostitusi online di Kota Malang, Jawa Timur.

"Kami mohon lurah dan camat untuk menginstal aplikasi MiChat guna memantau prostitusi online di wilayahnya masing-masing," kata Sutiaji.

Baca juga: Mahasiswa di Kota Bengkulu Ditangkap Polisi Gegara Sebar Video Asusila

Menurutnya, prostitusi online ini menjadi tanggung jawab lurah dan camat dalam menjaga stabilitas di wilayahnya masing - masing.

Namun, dirinya menghimbau agar penggunaan aplikasi MiChat itu tidak untuk kepentingan pribadi masing-masing ASN.

"Ini bukan untuk memantau ASN. Tapi untuk memantau prostitusi online," tegasnya.

Sementara itu, plt Kepala Satpol PP Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, Satpol PP Kota Malang banyak menemukan, anak di bawah umur.

Lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi online itu, kebanyakan kos harian, guest house atau ruko-ruko.

"Kami melacak lokasi ini berdasarkan tindak lanjut dari teman-teman di lapangan." ujarnya.

Kemudian, dilakukan penindakan tipiring berupa denda untuk memberikan efek jera.

"Untuk denda itu tergantung putusan hakim, termasuk tempat usahanya yang ditindak." pungkasnya.

(Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved