Obat Corona

BPOM RI Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Obat Favipiravir Sebagai Obat Corona

Badan POM (BPOM) RI mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Favipiravir sebagai obat corona atau Covid-19.

Penulis: Hendrik Budiman | Editor: Hendrik Budiman
ISTIMEWA
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNBENGKULU.COM - Badan POM (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Favipiravir sebagai obat corona atau Covid-19.

Dilansir dari akun Instagram milik BPOM RI, Favipiravir termasuk obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

"Penggunan Favvipiravis harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan," tulisnya.

Pengobatan pasien Corona dengan obat Favipiravir, pasien Covid-19 dewasa usia 18 tahun keatas dianggap derajat ringan hingga sedang dan dikombinasikan dengan perawatan standar.

Untuk dosis obat Favipiravir, dosis untuk derajat ringan Favipiravir dengan sediaan 200 mg diminum secara oral dengan dosis hari ke-1 1600 mg dua kali sehari.

lalu, hari ke-2 sampai hari ke-5 600 mg dua kali sehari.

Selanjutnya, dosis untuk derajat sedang Favipiravir dengan sediaan 200 mg diminum secara oral dengan dosis, hari ke-1 1600 mg dua kali sehari.

Sedangkan, hari ke-2 sampai hari ke-5 (dapat diperpanjang sampai hari ke-7) 600 mg dua kali sehari.

"Perhatian, tidak boleh digunakan lebih dari 14 hari," ucapnya.

Sementara, sebelum meminum Favipiravir, pasien harus memberitahu tenaga kesehatan seperti memiliki alergi termasuk alergi terhadap Favipiravir atau bahan yang terkandung dalam obat tersebut.

Halaman
12
  • Berita Terkait :#Obat Corona
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved