Konflik Rusai vs Ukraina

Pasukan Rusia Serang Pelabuhan Mariupol, 500 Warga Ukraina Dijadikan Sandera

Pasukan Rusia melakukan penyerangan di pelabuhan strategis di Mariupol Ukraina.

Penulis: Hendrik Budiman | Editor: Hendrik Budiman
AFP/ Polisi Nasional Ukraina
Sebuah bangunan rumah sakit anak hancur bersama mobil dan puing-puing berserakan setelah serangan udara Rusia di kota tenggara Mariupol pada 9 Maret 2022. 


TRIBUNBENGKULU.COM - Pasukan Rusia melakukan penyerangan di pelabuhan strategis di Mariupol Ukraina.

Setidaknya, pada penyerangan tersebut pasukan yang dipimpin wilayah Chechnya Rusia menyandra 500 warga Ukraina.

Pemimpin regional Chechnya Ramzan Kadyrov pada pesan Telegram pada Selasa (15/3/2022) mengatakan, pejuang Chechnya pergi 1,5 kilometer di dalam kota Laut Azov sebelum tentara Ukraina menghentikan serangan mereka ketika malam tiba.

"Sedangkan rekan dekatnya Adam Delimkhanov memimpin pejuang Chechnya di Mariupol yang merupakan pelabuhan strategis di Ukraina," ujar Ramzan Kadyrov dikutip dari TribunNews.com.

Baca juga: Konflik Rusia Vs Ukraina, PBB Sebut 2,7 Juta Orang Larikan Diri dari Ukraina

Sementara itu, pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia menguasai sebuah rumah sakit di kota pelabuhan Mariupol dan menyandera sekitar 500 orang.

Pasukan Rusia mengumpulkan 400 orang dari rumah mereka di lingkungan itu dan membawa mereka ke rumah sakit.

Sebelumnya, ada sekitar 100 pasien, dokter, dan staf rumah sakit yang disandera.

Pengepungan Rumah Sakit Perawatan Intensif Regional di Mariupol terjadi seminggu setelah pasukan Rusia mengebom rumah sakit bersalin di kota yang sama.

Baca juga: Konflik Rusia Vs Ukraina, Berikut Upaya Pemerintah RI Melindungi WNI di Ukraina

Serangan itu menewaskan tiga, termasuk seorang anak.

Selain itu, militer Ukraina mengklaim telah menggagalkan upaya Rusia untuk menguasai pelabuhan strategis Mariupol.

Militer Ukraina menjelaskan pasukan Rusia mundur setelah mengalami kekalahan dalam pertempuran sengit.

Tentara Rusia telah merebut Kota Pelabuhan Azov berpenduduk 430 ribu jiwa selama sepekan,

Tetapi, lebih dari separuh penduduk kota telah melarikan diri dari kekurangan air bersih dan makanan, serta listrik.

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk mengatakan pasukan Rusia menyerang konvoi bantuan makanan dan obat-obatan di Maripol.

Konvoi 160 mobil warga sipil meninggalkan Maripol telah gagal dievakuasi akibat serangan pasukan Rusia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved