BPBD Provinsi Bengkulu Gandeng MDMC Gelar Satuan Pendidikan Aman Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu akan menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu sebagai fasilita

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi/TribunBengkulu.com
Kepala Bidang Pra Bencana BPBD Provinsi Bengkulu, Samsudin saat diwawancara mengenai aktivitas gempa di Bengkulu, Kamis (17/3/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu akan menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu sebagai fasilitator dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Rangkaian kegiatan ini akan digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 04 Kota Bengkulu Mei mendatang.

Kepala Bidang Pra Bencana BPBD Provinsi Bengkulu, Samsudin menerangkan, pihaknya memang fokus dalam memberikan edukasi kebencanaan di seluruh satuan pendidikan di Provinsi Bengkulu.

"Tidak hanya di SLB seperti tahun kemarin kita juga membuat pelatihan serupa di Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) di Kabupaten Lebong dan tahun ini kita laksanakan di SLBN 04 Kota Bengkulu," ujarnya.

Menurutnya, pemilihan SLB ini dinilai dari keterbatasan dan kebutuhan khusus bagi siswa saat melakukan evakuasi jika terjadi bencana.

"Rekan-rekan di SLB ini memang harus betul-betul kita berikan pembekalan dan edukasi terutama kepada para guru yang akan membimbing langsung siswa ketika terjadi bencana," ujarnya.

Dalam melaksanakan kegiatan ini pihak BPBD Provinsi Bengkulu akan bekerjasama dengan MDMC Wilayah Bengkulu sebagai fasilitator.

"Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tujuh hari dan pesertanya nanti dari seluruh warga sekolah," ujar Agus Widianto, Ketua MDMC Wilayah Bengkulu.

Agus mengatakan kegiatan SPAB ini merupakan upaya dalam mengurangi risiko bencana di sektor pendidikan. Mengingat Bengkulu memiliki ancaman yang sangat tinggi terutama bencana gempa.

"Ini merupakan perwujudan dari tiga pilar SPAB terkait fasilitas yang aman, manajemen penanggulangan bencana di sekolah dan pembelajaran pengurangan resiko bencana," tambahnya.

Agus berharap kegiatan SPAB ini dapat dilakukan secara mandiri di seluruh satuan pendidikan di Provinsi Bengkulu.

Agar kedepan pihak satuan pendidikan dapat melakukan upaya awal penanggulangan bencana di sekolah, terutama pada siswa berkebutuhan khusus.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved