Suami Bunuh Istri di Kepahiang

Tolak Rujuk, Motif Suami di Kepahiang Tega Habisi Nyawa Sang Istri

Lantaran korban menolak diajak rujuk, jadi motif pelaku yang merupakan suami korban tega menghabisi nyawa sang istri.

Panji/TribunBengkulu.com
Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, bersama Kasat Reskrim Polres Kepahiang, saat Konfrensi Pers di Polres Kepahiang, memperlihatkan alat bukti yang diamankan, Kamis (17/3/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG -  Motif pelaku pembunuhan istri di Desa Lubuk Penyamun, Merigi, Kepahiang terungkap.

Lantaran korban menolak diajak rujuk, jadi motif pelaku yang merupakan suami korban tega menghabisi nyawa sang istri.

Hal itu terungkap saat konfrensi pers di Polres Kepahiang.

Kapolres Kepahiang, AKBP Suparman mengatakan, sejak 2019 lalu korban dan pelaku telah menikah secara sirih. 

"Mereka menikah secara sirih, sejak menikah kerap terjadi keributan antara keduanya. Di bulan Februari lalu pelaku diusir oleh korban, lalu pelaku pergi ke perkebunan orang tuanya di Desa Batu Bandung, " kata AKBP Suparman, dalam konferensi persnya di Polres Kepahiang, pada Kamis (17/3/2022). 

Kapolres menambahkan, pada Rabu 16 Maret 2022 kemarin, pelaku tiba di rumah korban di Desa Lubuk Penyamun.

"Kedatangan pelaku untuk mengajak rujuk korban. Sebelumnya pelaku sudah mengirim pesan melalui messenger ke korban, pelaku mengancam membunuh korban jika tidak mau diajak rujukan, dan pelaku siap di penjara lagi," ujar AKBP Suparman. 

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, pelaku yang sudah ada di rumah korban ini sudah menyiapkan senjata tajam jenis pisau belati di dalam tasnya. 

"Pisau belati ini sudah di siapkan pelaku untuk membunuh korban. Sekitar pukul 21.00 WIB pelaku dan korban berada di dalam kamar, sempat terjadi obrolan rujukan antara keduanya, namun korban menolaknya," jelas AKBP Suparman. 

Kapolres juga menyampaikan, pelaku sempat mengatakan dari pada korban dengan orang lain, lebih baik mati di tangan pelaku. 

"Pelaku langsung mengambil pisau belati yang telah di simpannya, lalu menusuk perut korban sebanyak 1 kali. Kemudian menggorok leher korban sebanyak 2 kali. Pelaku juga menusuk bagian perut lagi dan punggung korban berkali-kali," kata AKBP Suparman. 

Pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang, dan membuang alat bukti di belakang rumah korban. 

Saat ini polisi telah mengamankan alat bukti berupa 1 Jenis senjata tajam jenis pisau, pakaian korban, sprai korban. 

Sebagai informasi, salah seorang perempuan berusia 32 tahun warga Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi ditemukan tewas di atas kasur, pada Kamis (17/3/2022) 

Diketahui korban bernama Rita Srianti. Peristiwa ini ditemukan pertama kali oleh anak angkatnya.

Dari keterangan anak angkatnya RA (13), ia mendengar teriakan dari dalam kamar, dan melihat korban sudah bersimbah darah. 

Lalu, suami korban langsung meninggalkan lokasi kejadian melarikan diri melalui pintu belakang rumah, sambil berucap kepada anak angkatnya "ayah mau pergi dulu".

Anak angkat korban langsung berteriak dan meminta tolong tetangga, setelah suami korban pergi tetanggapun datang.  
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved