Suami Bunuh Istri di kepahiang

Saksikan Ibunya Dibunuh Ayah, Cerita Anak Korban: Ibu Minta Tolong, Saya Panggil, Ibu Hanya Diam

asus pembunuhan yang menimpa Rita Srianti (32), oleh ES yang merupakan suaminya sendiri, di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang,

Panji/Tribunbengkulu.com
Suasana Keluarga korban masih dalam keadaan duka, di rumah korban di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, pada Jum'at (18/3/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kasus pembunuhan yang menimpa Rita Srianti (32), oleh ES yang merupakan suaminya sendiri, di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Kamis (17/3/2022), meninggalkan duka yang mendalam bagi pihak keluarganya. 

Tidak terkecuali sang anak, R bocah yang masih berusia 13 tahun. 

R menjadi saksi kunci atas kasus pembunuhan yang melibatkan kedua orang tuanya itu.

Sebab, R secara langsung menyaksikan ibunya tewas ditangan sang ayah sendiri.

Kepada Tribunbengkulu.com, R secara perlahan menceritakan momen-momen sebelum peristiwa itu terjadi.

"Bapak datang ke rumah saat magrib, bapak saat melihat saya bermain mobile legend, bapak juga menawarkan akun gamenya" cerita R, Jum'at (18/3/2022).

Diceritakannya, saat ayahnya tiba di rumah, ES sempat menanyakan soal ibunya.

"Bapak cuman nanya ada ibu cerita soal bapak, saya cuman bilang ibu cuman bertanya bapak ngasih uang ke saya waktu sekolah," ujar R.

Ia menjelaskan, waktu bapak sampai ke rumah ibu sudah pergi ke pesta nikah di Desa Batu Ampar.

Kemudian insiden itu terjadi, ketika korban sekitar pukul 22.01 WIB pulang ke rumah. 

Korban dan tersangka terlibat cekcok mulut. Hingga membuat R yang terbangun dari tidurnya.

R menceritakan saat itu, suasana di rumah gaduh dan mendengar suara ibunya minta tolong. 

"Ibu balik sekitar jam 10 malam, saya tidur di luar, ibu langsung masuk ke kamar. Pas kejadian saya liat ibu sudah mintak tolong, ibu sudah penuh darah, saya panggil ibu-ibu, ibu hanya diam saja" jelas Anak Korban.

Terpisah, Kepala Desa Lubuk Penyamun, Rasmandani mengatakan, Rita Srianti selama ini  dikenal baik oleh warga setempat, dan tidak pernah masalah apapun dengan warga sekitar.

"Sebelum kejadian hari rabu, malamnya korban ikut dengan rombongan kami ke Desa Batu Ampar, untuk Menghadiri Pesta pernikahan Warga Desa Lubuk Penyamun di sana, udah magrib kami ke berangkat" kata Rasmandani saat ditemui TribunBengkulu.com, pada Jum'at (18/3/2022).

Ia menambahkan, dalam 2 bulan terakhir korban juga sempat mengurus sepupunya di rumah karena sakit.

"Pas pisah ranjang korban lagi mengurusi sepupunya yang sedang sakit" ujar Rasmandani.

Diketahui Tanggal 19 Februari 2022 lalu pelaku sempat mencuri 2 unit handphone milik paman korban, lalu di kembalikan kepada paman korban hanya 1 handphone, sebelum akhirnya pelaku diusir korban dari rumahnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved