Suami Bunuh Istri di kepahiang

Sebelum Dibunuh, Tersangka Ancam Korban Lewat Messenger. Berikut Isinya

Kasus pembunuhan terhadap Rita Srianti (32), diduga kuat berencana.Tersangka ES sebelumnya sempat mengirim pesan singkat melalui aplikasi chatin

HO dan Panji Destama
Rita Srianti semasa hidup (kiri) dan ES Suami yang membunuhnya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kasus pembunuhan terhadap Rita Srianti (32), diduga kuat berencana.

Tersangka ES sebelumnya sempat mengirim pesan singkat melalui aplikasi chating, messenger di Facebook dengan nada mengancam ingin membunuh korban.

Pesan yang disampaikannya menggunakan bahasa Rejang. 

Berikut isi chatingan, tersangka yang bernada mengancam korban

ES ; Tidak selamat kalau aku main-main

Kemudian korban membalas yang artinya 

Korban : Banyak wanita mau dengan kamu
Korban : Kalau aku, tidak aku mikir pria lagi
Korban : Semua pria itu sama saja
Korban : Buruk hati, tidak tahu dengan pengorbanan orang
Korban : Bagaimana selama ini
Korban : Ujian cobaan ku lalui semua
Korban : Tapi tidak cukup sepertinya

Tersangka kembali membalas 

ES : Oke kalau kau ingin pisah betul tapi kau nanti siap mati, lama atau sebentar pasti aku cari dan pasti dapat

Dijawab korban

"mati aku, tebuanglah (dipenjara) kau"

Isi chatingan tersangka kepada korban dengan nada ancaman
Isi chatingan tersangka kepada korban dengan nada ancaman (TribunBengkulu.com/Facebook Rita)

Penyidik Sat Reskrim Polres Kepahiang menjerat tersangka ES dengan pasal 340 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana, dengan ancaman penjara seumur hidup. 

Kasus pembunuhan berencana terjadi di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahaiang, keluarga Korban meminta pelaku di hukum sesuai hukum yang berlaku.

Kakak Pertama korban, Alkohar mengatakan, keluarga berharap pelaku dihukum setimpal atau di penjara seumur hidup.

"Dengan apa yang terjadi dengan keluarga Kami, Kami sangat keberatan, dengan luka yang ada di perut dan leher," kata Alkohar, saat ditemui di rumah duka, pada Jum'at (18/3/2022).


Ia menambahkan, jika nanti hukuman tak setimpal Kami sekeluarga sangat keberatan.


"Keduanya kerap ribut soal perekonomian. Nanti untuk urusan mengasuh anak korban kami akan kompromi kulu dengan keluarga nantinya" ujar Alkohar.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved