Konflik Rusai vs Ukraina

Konflik Rusia vs Ukraina, Moskow Klaim 2,7 Juta Warga Ukraina Ingin Mengungsi ke Rusia

Akibat invasi militer Rusia ke Ukraina, setidaknya 2,7 juta warga sipil Ukraina ingin mengungsi ke Moskow ibu kota Rusia.

Editor: Hendrik Budiman
Photo by Louisa GOULIAMAKI / AFP
ILUSTRASI - Pengungsi mengantre dalam cuaca dingin saat mereka menunggu untuk dipindahkan ke stasiun kereta api setelah melintasi perbatasan Ukraina ke Polandia, di perbatasan Medyka di Polandia, pada 7 Maret 2022. - Lebih dari 1,5 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak dimulainya invasi Rusia, menurut data terbaru PBB pada 6 Maret 2022. (Photo by Louisa GOULIAMAKI / AFP) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Akibat invasi militer Rusia ke Ukraina, setidaknya 2,7 juta warga sipil Ukraina ingin mengungsi ke Moskow ibu kota Rusia.

Hal itu diklaim Kepala Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia, Mikhail Mizintsev menanggapi Nasionalis Ukraina terus menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup.

"Saat ini ada lebih dari 2,7 juta orang yang disebut ingin mengungsi ke Rusia," kata Mikhail Mizintsev, dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (20/3/2022).

Menurutnya, Nasionalis Ukraina terus menahan lebih dari 4,5 juta warga sipil dengan menggunakan mereka sebagai 'perisai hidup' di Kiev, Kharkiv, Sumy.

Selain di Kiev, warga sipil yang digunakan sebagai perisai hidup juga dilakukan lebih dari 20 kota Ukraina lainnya.

"Ada pula 6.830 warga negara asing dari 19 negara berbeda dan awak 70 kapal asing yang kini masih diblokir oleh Nasionalis di Ukraina," ungkapnya.

Rusia mulai melancarkan operasi militer khusus di Ukraina setelah Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) meminta bantuan untuk mempertahankan diri melawan pasukan Ukraina.

Rusia pun menekankan bahwa tujuan dari operasi khusus tersebut adalah untuk melakukan 'demiliterisasi dan denazifikasi' Ukraina.

Selain itu, negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu juga menegaskan bahwa Rusia hanya menargetkan pasukan dan infrastruktur militer saja.

Rusia bahkan telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina.

Menurut Putin, tujuan negaranya melancarkan operasi khusus ini adalah untuk melindungi rakyat Donbass yang diklaim telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Ukraina selama 8 tahun.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved