Konflik Rusai vs Ukraina

Elit Rusia Diduga Membelot, Rencanakan Kudeta Hingga Ingin Racuni Vladimir Putin

Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut kelompok berpengaruh yang merupakan anggota elit Rusia menyusun rencana untuk meng

Editor: Hendrik Budiman
(AFP/SERGEI GUNEYEV)
Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa penonton saat menghadiri konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow. (18 Maret 2022). (Sergei GUNEYEV/POOL/AFP) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut kelompok berpengaruh yang merupakan anggota elit Rusia menyusun rencana untuk menggulingkan presiden Moskow.

Orang dalam Kremlin berencana menyingkirkan Presiden Vladimir putin hingga ingin meracuninya.

Kelompok ini bertujuan menyingkirkan Putin dari kekuasaan sesegera mungkin dan memulihkan hubungan ekonomi dengan Barat.

Dikutip Mirror, Badan intelijen Ukraina mengklaim pengganti Putin telah dipilih dalam bentuk Direktur FSB Alexander Bortnikov.

Baca juga: Pasukan Rusia Serang Pelabuhan Mariupol, 500 Warga Ukraina Dijadikan Sandera

Diketahui bahwa Bortnikov dan beberapa perwakilan berpengaruh elit Rusia lainnya sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menyingkirkan Putin dari kekuasaan

"Secara khusus, keracunan, penyakit mendadak, atau 'kebetulan' lainnya tidak dikecualikan," ujarnya.

Baca juga: Konflik Rusia vs Ukraina, Moskow Klaim 2,7 Juta Warga Ukraina Ingin Mengungsi ke Rusia

Kepala Badan Intelijen Rusia FSB, Alexander Bortnikov menunggu dimulainya pertemuan Komite Penyelenggara Pobeda (Kemenangan) di Kremlin di Moskow pada 11 Desember 2019.

Badan tersebut menduga kerugian yang ditimbulkan pasukan Chechnya di utara Rusia mungkin mempengaruhi rencana tersebut.

Ukraina mengatakan bahwa bagian dari skuadron tempur Chechnya yang terkenal telah dikirim kembali ke Rusia setelah banyak tentara mereka tewas.

Usulan bahwa Bortnikov sebagai pengganti Putin dapat dianggap mengejutkan.

Berdasarkan penyelidikan mendalam oleh Dossier Centre, FSB Bortnikov adalah otak dan jantung dari rezim Putin.

"Sebuah negara di dalam negara," kata Dossier Centre.

Baca juga: Rusia Ledakan Gedung Teater Tempat Ribuan Warga Sipil Ukraina Mengungsi Untuk Berlindung

Dikutip Daily Mail, menurut intelijen Ukraina, para komplotan elit memilih Bortnikov yang berusia 70 tahun karena mereka yakin dia bisa menjadi ujung tombak pemulihan hubungan ekonomi dengan barat.

Mereka semakin khawatir tentang Rusia menjadi negara paria, dijauhi oleh barat dan rumah, rekening bank, dan kapal pesiar mereka disita- serta kemampuan mereka untuk bepergian dan menjalankan bisnis lumpuh.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved