Diduga Laka Laut, Dua Mayat Ditemukan Mengambang Tanpa Kepala di Perairan Laut Bangka Barat

Dua mayat laki-laki ditemukan mengambang di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Editor: Hendrik Budiman
Ist/Polair Polres Bangka Barat
Kondisi mayat kelamin laki-laki ditemukan warga terombang-ambing, di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin (21/03/2022 (Ist/Polair Polres Bangka Barat) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dua mayat laki-laki ditemukan mengambang di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Warga sekitar digegerkan dengan penemuan mayat itu karena tanpa kepala dan kondisi tubuh tak utuh lagi.

Penemuan kedua mayat yang mengambang itu dikabarkan korban kecelakaan laut.

Kasat Polair Polres Bangka Barat, AKP Candra Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan penemuan jasad yang terombang ambing di lautan itu.

"Ini anggota baru meluncur kesana informasinya ada ada mayat terdampar, ditemukan di sana," kata Candra Wijaya, dikutip dari Bangkapos.com Senin (21/3/2022).

Ilustrasi Tim SAR saat melakukan evakuasi mayat di laut.
Ilustrasi Tim SAR saat melakukan evakuasi mayat di laut. (Ilustrasi)

Penemuan kedua mayat sekitar pukul 11.30 WIB saat nelayan sedang mencari ikan di sekitar lokasi tersebut.

"Dari masyarakat, ada mayat tapi sudah gak utuh karena mungkin sudah lama. Baru sekitar setengah jam yang lalu, jadi 11.30WIB tadi baru tahu," ungkapnya.

Baca juga: Mayat Dua Pemuda Bertato Ditemukan Mengambang Tanpa Kepala di Perairan Jebu Laut Bangka Barat

Kondisi mayat kelamin laki-laki ditemukan warga terombang-ambing, di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin (21/03/2022

Penyebab dua jenazah yang sempat terombang-ambing di Perairan Jebu Laut merupakan korban dari kecelakaan laut yang terseret arus dari Perairan Jambi.

Sebelumnya pada Minggu (20/03/2022) lalu pihak kepolisian Jambi sempat menghubungi Sat Polair Polres Bangka Barat, terkait adanya kecelakaan kapal pembawa kelapa dari Provinsi Jambi.

"Kalau kami koordinasi dengan pihak Jambi, kemarin ada KBOnya nelpon minggu kemarin meminta bantuan untuk pencarian. Disitu ada kapal yang pecah dan ada yang tenggelam, kalau kapal itu bawa kelapa jadi mereka minta tolong di cek ke masyarakat," kata Candra Wijaya, Senin (21/03/2022).

Dalam kapal tersebut berisi empat orang, namun dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri sedangkan dua sisanya sempat dinyatakan hilang.

"Dari informasi itu kita cek, tenyata ada di Sukal ditemukan kelapa. Terakhir di cek GPS kapal itu ada di Simpang Teritip, memang infonya orang dua yang belum ditemukan," ungkap Candra.

Lebih lanjut kedua jenazah ditemukan secara terpisah, untuk jenazah pertama yang masih utuh pertama kali ditemukan nelayan sekitar pukul 09.00 atau berjarak sekitar 1 Mil dari bibir pantai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved