Oknum Guru Cabul

Guru SD Diduga Cabuli Murid, SH Pegang Bagian Sensitif Korban Dengan Imingan Uang Rp 2 ribu

Seorang oknum guru agama berinisial SH diduga melakukan percabulan terhadap dua orang siswanya.

Editor: Hendrik Budiman
Google
Foto Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang oknum guru berinisial SH diduga melakukan percabulan terhadap dua orang siswanya.

Oknum guru disalah satu SD Negeri di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara dilaporkan ke Polres Taput.

Terduga pelaku SH dilaporkan orang tua korban ke Polres Taput setelah mendapat pemberitahuan dari anaknya yang masih berumur 12 tahun.

SH yang berstatus sebagai guru PNS di salah satu SD tersebut dilaporkan pada, Jumat (18/3/2022) di SPKT Polres Taput.

Baca juga: Modal Iming-iming Uang Rp 6.000, Kakek di Seluma Cabuli Bocah 8 Tahun

Sebelumnya, korban yang sebagai pelajar di sekolah tempat pelaku mengabdi menceritakan kepada ibunya, bahwa sekitar bulan Desember 2021 SH memeluk korban dan memegang bagian sensitifnya.

Pelaku memegang bagian sensitif korban dengan alasan agar semakin besar. Setelah itu korban dikasih diberi uang Rp 2 ribu untuk jajan.

Kejadian tersebut terjadi di ruang kelas IV dimana saat korban disuruh oleh gurunya membawa teh manis saat tidak ada orang lain di kelas tersebut.

Baca juga: Cabuli Pelajar 14 Tahun, Pemuda di Rejang Lebong Ditangkap Polisi

Karena takut dengan gurunya itu, korban tidak memberitahukan kepada orang tua nya saat itu.

Namun pada hari jumat (18/3/2022 ) korban menceritakan peristiwa tersebut.

Setelah orang tua korban mendapat laporan dari anaknya, ia langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada kepala sekolah.

Kapolres Taput AKBP Ronald FC Sipayung Melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan laporan tersebut.

Baca juga: Selama Setahun Paman di Bengkulu Ini Tega Cabuli Keponakannya yang Masih Berumur 11 Tahun

Baca juga: Diiming-imingi Uang Rp 1000, Pemuda Pengangguran Sampai Hati Cabuli Bocah Umur 10 Tahun

Setelah kita menerima pengaduan di SPK, terungkap bahwa korban pencabulan yang dilakukan oleh gurunya terhadap siswanya bukan hanya untuk satu orang.

Ada dua korban siswa yang sama di sekolah tersebut.

"Pada sore hari tanggal 18 Maret 2022, guru tersebut bersama Kepala Sekolah mendatangi orang tua korban di rumahnya untuk minta maaf. Namun seluruh keluarga korban tidak terima dan akhirnya melapor ke Polres Taput," ujar Aiptu Walpon Baringbing dikutip dari Tribun-Medan.com, Selasa (22/3/2022).

"Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Korban dan orang tuanya sudah kita periksa selanjutnya saksi-saksi lain juga akan kita periksa," sambungnya.

"Setelah itu terlapor akan segera kita panggil untuk dimintai keterangan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved