Aksi Begal

Guru Ngaji Diduga Kena Begal, Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan

Warga Pisang Indah, Kecamatan Bumi Agung, Way Kanan Provinsi Lampung itu diduga menjadi korban aksi pencurian motor disertai kekerasan atau begal.

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNNEWS
Ilustrasi Begal 

TRIBUNBENGKULU.COM - seorang guru ngaji bernama Jaseni (60) ditemukan sudah tak benyawa di tepi jalan.

Warga Pisang Indah, Kecamatan Bumi Agung, Way Kanan Provinsi Lampung itu diduga menjadi korban aksi pencurian motor disertai kekerasan atau begal.

Korban saat itu mengendarai motor Honda Beat yang ditemukan warga sekitar sudah tidak bernyawa, di pinggir jalan.

Di sekitar korban juga tidak ada kuda besi miliknya. Bahkan, pada tubuh korban juga ditemukan luka tusukan di tiga tempat, perut, paha dan kaki.

Baca juga: Ancam Pengendara Motor dengan Celurit, Pria Diduga Begal Tewas Ditembak saat Hendak Diamankan

Baca juga: Kata Pengamat Pendidikan soal Guru Jadi Korban Begal: Guru Harus Mendapat Perlindungan

Baca juga: Begini Reaksi Gubernur Rohidin Mersyah Saat Tahu Pembegal 3 Guru Perempuan Ditangkap

Dari luka tersebut, korban mengeluarkan darah, hingga akhirnya korban meninggal dunia di tempat.

Kasatreskrim Polres Way Kanan AKP Andre Try Putra membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan saat ini pihaknya sedang meluncur ke tempat kejadian perkara.

"Korban bersimbah darah di tengah jalan dalam kondisi meninggal dunia," Kata AKP Andre, Jumat (25/3/2022).

Baca juga: Guru Perempuan Dibegal di Rejang Lebong, Gubernur Rohidin Sarankan Gerakan Pam Swakarsa

Baca juga: Guru Korban Begal di Rejang Lebong Terbayang-bayang saat Dibegal, Korban: Kami Masih Pemulihan

Baca juga: Pelaku Tertangkap, Motor Korban Bisa Kembali, Guru Korban Begal: Masih Rezeki Kami

AKP Andre menerangkan, kejadian bermula saat korban akan menjemput anaknya tadi pagi, di salah satu pesantren wilayah setempat.

Korban ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB.

”Mohon doanya Bang agar kasus ini dapat segera terungkap dan yang pasti Kami harapkan dengan kegiatan ini ini masyarakat anaknya lebih berhati-hati lagi saat berkendara khususnya di tempat-tempat yang agak sepi,” tegas Andre.

Baca juga: Pelaku Begal Guru di Rejang Lebong Bukan Pertama Kali Beraksi, 4 Bulan Lalu Embat Motor Beat

Baca juga: Detik-Detik Menegangkan Ditangkapnya Begal 3 Guru Perempuan Rejang Lebong, Meraung-raung

Baca juga: Tertunduk Lesu, Inilah Wajah Pelaku Begal Tiga Guru Perempuan di Rejang Lebong

Sementara itu, Sukri kepala kampung pisang Indah menerangkan bahwa korban dikenal sebagai seorang guru ngaji.

Setiap pagi itu rutinitasnya menjemput anaknyanya yang mondok di Kampung Pisang Baru.

"Anak Almarhum itu setiap sore diantar ke pondok di kampung pisang baru dan setiap pagi dijemput kembali dan mungkin kegiatannya yang rutin itu itu telah di dibaca oleh pelaku sehingga pagi itu korban diduga dibegal orang," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved