Kakek Sebatang Kara dengan Kondisi Mengenaskan, Saya Tak Mau Diamputasi, Biarlah Mati Begini

Saat dibersihkan oleh perawat, Sabtu (26/3/2022) kaki Kakek Riduan (65) yang dalam kondisi membengkak,

Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
Beta Misutra/Tribunbengkulu.com
Kondisi kakek Riduan warga Kelurahan Kebun Ros Kota Bengkulu yang hanya bisa terbaring di atas tempat tidur karena kakinya mengalami pembusukan dan patah pinggang akibat menjadi korban tabrak lari beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Saat dibersihkan oleh perawat, Sabtu (26/3/2022) kaki Kakek Riduan (65) yang dalam kondisi membengkak, mengeluarkan belasan ulat dan berbau sangat amis.

Pembengkakan dan pembusukan itu sendiri terjadi akibat luka yang ia alaminya semenjak mengalami kecelakaan sekitar bulan Juli di Tahun 2021 lalu.

Hal itu juga diperparah dengan penyakit diabetes yang ia derita sehingga membuat kakinya semakin membengkak. Bahkan sejak tabrak lari tersebut dirinya juga mengalami patah tulang pinggang.

"Tadi saat kami lihat perawat membersihkannya dengan cairan yang mirip inpus itu, banyak sekali ulat-ulat kecil berwarna putih yang keluar dari kaki bapak," ungkap Serli salah satu Keponakan Kakek Riduan Kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (26/3/2022).

Ia menyebutkan, sejak kaki Kakek Riduan mengalami pembengkakan usai menjadi korban tabrak lari beberapa bulan yang lalu, baru hari ini kaki Kakek Riduan dibersihkan. Dimana biaya pembersihan tersebut ditanggung oleh donatur dari Indahnya Berbagi dengan biaya Rp 350 ribu untuk satu kali pembersihan.

"Tadi kata perawatnya ini harusnya 2 hari sekali dibersihkan, bayangkan saja berapa biaya yang diperlukan," katanya.

Sementara itu, dari keterangan dokter Poli Tulang RSUD M Yunus yang sebelumnya mereka datangi, menyarankan agar kaki Kakek Riduan diamputasi. Namun untuk penanganannya itu harus dirujuk ke Rumah Sakit di Palembang atau Jakarta.

"Tapi kata beberapa orang, kaki bapak ini kan masih bisa merasakan sakit, jadi katanya masih bisa jika tidak diamputasi," ujarnya.

Sementara itu, Kakek Riduan sendiri kepada TribunBengkulu.com menyatakan benar-benar tidak mau jika kakinya diamputasi. Karena dirinya meyakini bahwa kakinya masih bisa untuk disembuhkan.

"Saya tidak mau jika harus dimputasi. Biarlah saya mati dalam keadaan seperti ini saja daripada harus diamputasi," ungkap Kakek Riduan.

Dirinya berharap agar ada pihak yang memfasilitasi dirinya agar bisa sembuh, baik dari pembengkakan kakinya, maupun patah tulang punggungnya.

"Mudah-mudahan ada yang mau membantu, agar saya bisa sembuh dan beraktivitas kembali seperti semula," katanya. 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved