Perjuangan Tim ACT Bengkulu Lewati Jalan Rusak dan Berkubang Salurkan Bantuan ke Warga Pulau Enggano

Tim dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan kepada masyarakat Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
HO/ACT Bengkulu
Tim ACT saat melewati jalan berlumpur untuk menyerahkan bantuan untuk masyarakat Pulau Enggano, Jumat (25/3/2022) 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tim dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan kepada masyarakat Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Mereka pun harus melalui jalannya yang rusak dan berlumpur menuju titik penyaluran bantuan di pulau terluar di Provinsi Bengkulu ini.

"Meskipun jalan menuju ke lokasi berlumpur dan bagaikan kubangan kerbau, kita terus melanjutkan aksi kita untuk berbagi dan membantu masyarakat Enggano," ungkap Ketua cabang ACT Provinsi Bengkulu, Syamsul Fajri Oktario melalui team dilapangan, Muhammad Azim Hardianto didampingi anggota RBN (Relawan Bela Negara) Nofriyantoni dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ade dalam keterangan rilisnya, Jumat (25/3/2022).

Ia mengatakan, salah satu kegiatan yang mereka lakukan hari ini yakni penyerahan paket sembako kepada Da'i Masjid se-Kecamatan Pulau Enggano. Adapun yang berhak menerimanya Imam, Khotib dan Bilal.

"Bukan hanya Da'i, ACT juga memberikan bantuan beras untuk para santri di Pondok Pesantren, pembangunan asrama putri bahkan sumur wakaf lengkap dengan kamar mandi dan tempat air wudhu," katanya.

Terpisah Anggota Relawan Bela Negara, Nofriyantoni berharap kepada pemerintah provinsi Bengkulu dapat melakukan pelatihan untuk meningkatkan SDM masyarakat Enggano. Karena menurutnya, dengan SDM memadai maka akan terciptanya masyarakat yang mampu meningkatkan perekonomian membantu pendapatan Pemerintah.

"Dapat kita lihat seperti hasil bumi dan laut yang sangat berlimpah, sehingga memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan perekonomian yang baik. Jika mampu meningkatkan SDM serta keahlian masyarakat mengelola hasil bumi dan laut tersebut," ungkapnya.

Ada potensi lain menurut Nofriyantoni yaitu adanya limbah sabut kelapa yang sangat melimpah dan tidak dimanfaatkan.

"Sabut tersebut cukup berpotensi untuk menjadi olahan media tanam yang memiliki nilai ekonomis jika diolah menjadi cocofit," katanya.

Sementara itu para pengurus Masjid desa Banjarsari mengucapkan sangat mengapresiasi atas bantuan team ACT yang telah memberikan bantuan paket sembako untuk pengurus Masjid se-Pulau Enggano. Meskipun melalui jalan poros yang rusak penuh dengan lubang berlumpur.  

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved