Tradisi Ziarah Jelang Ramadan Dimanfaatkan Anak-anak Jual Kembang, Uangnya untuk Beli Baju Lebaran

Tradisi ziarah makam jelang Ramadan dimanfaatkan anak-anak Jalan Merapi Ujung, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu dengan berjualan air dan kembang.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Anak-anak di Kelurahan Panorama yang memanfaatkan tradisi ziarah sebelum Ramadan dengan berjualan kembang dan air, Senin (28/3/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tradisi ziarah makam jelang Ramadan dimanfaatkan anak-anak Jalan Merapi Ujung, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu dengan berjualan air dan kembang.

Diakui Rafa salah satu anak yang menjual air dan kembang ini, satu botol air dan kembang ia jual dengan harga Rp 10.000.

"Kalau hanya kembangnya saja dijual seharga Rp 5.000 per kantong. Isinya ada potongan daun pandan dan bunga warna warni," katanya kepada TribunBengkulu.com, Senin (28/3/2022).

Rafa mengatakan, uang yang didapat dari hasil menjual air dan kembang ini nantinya akan ditabung.

Uang akan digabung dengan hasil menjual kembang lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.

"Nanti uangnya untuk beli baju lebaran, dan sebagian untuk jajan juga ada," kata Rafa.

Terpisah, Bintang salah satu anak penjual kembang lainnya menyatakan hasil dari penjualan air dan kembang ini cukup lumayan.

Di mana ia pernah menjual sebanyak 28 botol dalam sehari yakni Rp 280.000 walaupun memang tidak setiap hari mendapatkan penjualan yang banyak seperti itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved