Awal Puasa Berpotensi Tidak Serentak, Muhammadiyah Bengkulu: Tetap Saling Menghormati

Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu meminta masyarakat untuk tidak saling olok jika awal Ramadan tahun ini tidak bersamaan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tribunstyle
Ilustrasi 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu meminta masyarakat untuk tidak saling olok jika awal Ramadan tahun ini tidak bersamaan antara Muhammadiyah dan pemerintah.


Sekretaris PWM Bengkulu, Taufik mengatakan memang ada kemungkinan bulan puasa Ramadan 1443 Hijriah atau 2022 Masehi ini, Muhammadiyah melaksanakannya terlebih dahulu.


"Tapi jangan jadi olok-olok atau ejekan. Tetap saling menghormati," ujar Taufik kepada TribunBengkulu.com, Jumat (1/4/2022).


Taufik mengatakan Muhammadiyah sudah mengimbau warganya agar tetap menjaga suasana sejuk dan saling menghormati, meskipun terdapat perbedaan waktu mulainya berpuasa.


Masing-masing pihak, lanjut dia, bisa meyakini awal Ramadan secara masing-masing. Namun, tidak boleh melecehkan keyakinan atau pendapat yang lain.


"Perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Bukan berarti pertentangan. Jangan memaksakan keyakinan masing-masing," kata dia.


Menurut Taufik, kalaupun nanti terdapat perbedaan pendapat waktu mulai berpuasa, itu masih dalam tujuan yang baik dan sama.


"Yang terpenting, tidak keluar dari aturan inti Islam, yakni berpuasa di bulan Ramadan," kata Taufik.


Taufik mengatakan warga Muhammadiyah akan mulai melaksanakan ibadah salat tarawih pada nanti malam.


Ada setidaknya 13 masjid di bawah naungan Muhammadiyah, dan 50 masjid simpatisan Muhammadiyah yang melaksanakan salat tarawih nanti malam.


"Dan besok, kita mulai berpuasa di bulan Ramadhan 1443 Hijriah," ungkap Taufik.
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved