Selama Ramadan, Pembelajaran Tatap Muka di Bengkulu Tetap 6 Jam Perhari
Selama bulan Ramadan 1443 Hijriah pembelajaran tatap muka tetap diberlakukan seperti biasa, yakni 6 jam perhari.
Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Selama bulan Ramadan 1443 Hijriah pembelajaran tatap muka tetap diberlakukan seperti biasa, yakni 6 jam perhari.
Ini sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat, usai mengikuti acara HUT ke 34 Museum Negeri Bengkulu Jumat (1/4/2022).
"Kemarin kan sudah kita kurangi jam pembelajarannya berdasarkan petunjuk pusat, tetap seperti semula," kata Eri Yulian Hidayat.
Sedangkan untuk petunjuk waktu masuk sekolah, Eri menyebutkan tidak ada patokan dari Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu.
Waktu masuk dan pulang tersebut sesuai dengan keinginan dan kebijakan dari sekolah masing-masing.
"Jadi misal sekolah menerapkan masuk jam 07.30 WIB atau pukul 07.15 WIB itu tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Yang penting waktunya pas 6 jam seperti yang telah kita tentukan," ungkap Eri Yulian Hidayat.
Eri menyebutkan memang saat ini pihaknya mengharapkan pembelajaran tatap muka dapat terlaksana 100 persen.
Apalagi saat ini hampir semua wilayah di Provinsi Bengkulu sudah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, hanya tinggal Kota Bengkulu yang masih berstatus level 3.
"Untuk kapasitas siswa yang melakukan tatap muka ini berkisar antara 50 persen hingga 75 persen. Ini untuk menjaga tetap terjaganya protokol kesehatan," ujar Eri Yulian Hidayat.
Untuk diketahui, penerapan yang dilakukan oleh Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu merupakan kebijakan yang dilaksanakan khusus untuk SMA dan SMK yang ada di Provinsi Bengkulu.
Dari pernyataan Eri Yulian Hidayat tidak ada aturan khusus yang diterapkan selama bulan Ramadan 1443 Hijriah tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Eri-Yulian-Kadis-Dikbud.jpg)