Tinggal di Rumah Berdinding Keropos, Kakek Agus Butuh Bantuan Biaya Operasi Agar Bisa Berjalan

Kakek Agus Chaniago (63), warga Gunung Bungkuk Nomor 50, RT 16, Tanah Patah, Kota Bengkulu, sudah lebih dari 1 tahun ini tidak bisa berjalan.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Kakek Agus Chaniago, warga Kota Bengkulu ini butuh uluran tangan dari para dermawan untuk operasi pengobatan asam urat agar bisa kembali berjalan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kakek Agus Chaniago (63), warga Gunung Bungkuk Nomor 50, RT 16, Tanah Patah, Kota Bengkulu, sudah lebih dari 1 tahun ini tidak bisa berjalan.

Kakek Agus merasakan sakit dan bagian lutut bengkak dari penyakit asam urat yang sudah menggerogoti kakinya.

Diungkapkan Kakek Agus ketika ditemui TribunBengkulu.com dikediamannya yang berdinding papan dan semen yang sudah keropos, Selasa (5/4/2022), ia sudah mendapat perhatian dari Pemkot Bengkulu.

Setiap bulannya, Kakek Agus menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu dari Baznas Kota Bengkulu .

"Alhamdulillah, dapat bantuan dari Pemkot Bengkulu bantuan dari Baznas setiap bulan Rp 300.000," kata Kakek Agus

Hanya saja untuk pengobatan kakinya, Kakek Agus masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Agar bisa menjalani operasi pengobatan asam urat. Sehingga ia bisa kembali berjalan normal seperti sebelum kakinya mengalami sakit dan bengkak.

"Punya kartu BPJS dan pernah dipakai untuk operasi katarak. Tapi sekarang kartunya tidak bisa digunakan karena nunggak Rp 1.500.000," ucap Kakek Agus.

Kakek Agus menceritakan, sebelum sakit ia pernah bekerja di SPBU Kampung Bali.

Namun di tahun 2010 ia terpaksa harus berhenti kerja karena kakinya mengalami luka bakar saat terjadi kebakaran di SPBU Kampung Bali.

SPBU yang sempat tutup membuatnya harus mencari kerja meskipun serabutan.

Jadi kuli bangunan, hingga kerja di rumah makan Kakek Agus jalani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia dan keluarga.

Di tahun 2021, kaki Kakek Agus mulai membengkak pada bagian lututnya, bahkan membuatnya tidak bisa berjalan lagi hingga kini.

Agus juga harus menahan sakit di lutut kakinya, dan harus minum obat untuk mengurangi rasa sakit itu.

"Ya, saya masih puasa, salat seperti biasa, hanya saja, salat duduk, mandi dibantu dengan istri," ujar Kakek Agus yang memiliki 3 orang anak dan 9 cucu ini.

Karena kondisinya ini, Kakek Agus pun tidak bisa lagi bekerja. Kebutuhan sehari-hari mereka hanya mengandalkan dari upah sang istri dari tukang cuci keliling di rumah warga yang tak jauh dari kediaman mereka.

Sementara untuk meminta bantuan dari anaknya pun belum memungkinkan karena kondisi ekonomi sang anak yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan dan di laundry.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved