Cuti Bersama Idul Fitri 1443 Hijriah di Bengkulu 8 Hari, Hamka: ASN Boleh Mudik

Mengikuti instruksi pemerintah pusat, cuti bersama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Provinsi Bengkulu juga ditetapkan selama 8 hari.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri saat diwawancarai, Kamis (7/4/2022). Cuti bersama idul Fitri tahun ini selama 8 hari. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Mengikuti instruksi pemerintah pusat, cuti bersama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Provinsi Bengkulu juga ditetapkan selama 8 hari. Sejak tanggal 29 April hingga 6 Mei 2022.

Ini sebagaimana dikonfirmasi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri kepada wartawan usai mengikuti Rakor di Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu, Kamis (7/4/2022).

"Saya rasa teman-teman wartawan sudah tau, karena secara nasional beritanya sudah beredar," kata Hamka.

Pada prinsipnya, Hamka menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu hanya menjalankan instruksi sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat.

Karena tidak mungkin juga Bengkulu membuat kebijakan sendiri tanpa ada landasan aturan yang ditetapkan dari pusat.

"Setiap tahun kita juga selalu menunggu ketetapan dari pemerintah pusat, untuk penentuan cuti bersama ini," ujar Hamka.

Untuk masyarakat yang berencana untuk melaksanakan mudik juga tidak ada larangan dari pemerintah.

Termasuk juga untuk Aparatur Sipil Negera (ASN) dilingkungan Provinsi Bengkulu, juga diperbolehkan untuk melaksanakan mudik lebaran ke kampung halaman.

"Kalau dilihat dari capaian vaksin yang sudah cukup tinggi saya rasa banyak juga yang mudik tahun ini," kata Hamka.

Sebelumnya sudah ada Surat Edaran (SE) dari Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2022 yang mengatur persyaratan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik.

Masyarakat diwajibkan melaksanakan vaksinasi Booster sebagai salah satu syarat mudik ke kampung halaman.

Utuk yang baru melaksanakan vaksinasi dosis pertama maka wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR minimal 3 kali 24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk dosis kedua, hanya diwajibkan menunjukkan bukti negatif dari hasil RT-Antigen minimal 1 kali 24 jam sebelum keberangkatan atau RT-PCR minimal 3 kali 24 jam sebelum keberangkatan. 
 
 
 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved