Materi Tes Kesehatan Jiwa Polri dan TNI Serta Contoh Dan Tips Pengerjaan Soalnya

Ketika melakukan proses tahapan seleksi calon anggota TNI atau Polri, biasanya peserta akan menemui soal tes kesehatan jiwa (keswa).

Penulis: Kartika Aditia | Editor: M Arif Hidayat
Polri.go.id
Tes Kesehatan Jiwa Polri 

TRIBUNBENGKU.COM – Ketika melakukan proses tahapan seleksi calon anggota TNI atau Polri, biasanya peserta akan menemui soal tes kesehatan jiwa (keswa).

Kesehatan Jiwa  sendiri merupakan suatu kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Jadi, Tes Kesehatan Jiwa Polri (Keswa) ini sangat lah penting. Selain bertujuan untuk mengecek kesehatan jiwa atau mental, Karakteristik dan kejiwaan dari calon peserta nantinya akan dinilai dari tes ini.

Kesehatan jiwa ini merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik intelek emosional sosial dan okupasional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Melansir definisi dari World Health Organization (WHO), dokter Tika menuturkan ada empat kriteria yang harus dipenuhi agar seseorang dapat dikatakan memiliki jiwa yang sehat.

Pertama yang bersangkutan dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari dirinya atau mengetahui potensi diri.  

Kedua yang bersangkutan mampu mengatasi konflik dalam hidupnya. Tidak apa-apa jika tidak bisa menyelesaikan masalah secara langsung, namun yang bersangkutan mempunyai kesadaraan akan dirinya, mampu atau tidak menyelesaikan masalah itu. Jika tidak bisa maka dia akan meminta tolong kepada orang lain. Jika seseorang dapat berlaku seperti itu, maka dia mempunyai jiwa yang sehat. 

Ketiga adalah ketika yang bersangkutan dapat berlaku produktif, dimana bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Serta yang terakhir (keempat) mempunyai peran aktif dalam komunitas atau lingkugannya.  

Dengan melakukan tes ini, nantinya karakteristik kejiwaan calon peserta akan dinilai berdasarkan hasil tes.

Materi Pemeriksaan Kesehatan Jiwa

  • Gangguan Psikotik
  • Gangguan Kepribadian
  • Gangguan Suasana Perasaan
  • Gangguan Mental Organik
  • Gangguan Neurotik

 

Berapa soal Tes Kesehatan Jiwa Polri (Keswa)?

Untuk Tes kesehatan jiwa, biasanya akan ada sekitar 600 soal yang harus dikerjakan dalam waktu kurang lebih 120 menit.

Soal tes kesehatan jiwa biasanya berupa pertanyaan mendasar tentang kepribadian yang dapat melihat dan mengukur ketepatan, konsistensi, dan ketertarikan seseorang terhadap sesuatu.

Beberapa Aspek Seleksi Kesehatan Jiwa Polri

Mengutip dari buku "Tes Masuk TNI Polri Paling Akurat" oleh Wulan Sasmita, seleksi pada contoh soal Keswa meliputi beberapa aspek, di antaranya:

  • Faktor kecerdasan umum, kemampuan praktis, kemampuan verbal, dan kemampuan abstrak
  • Faktor kepribadian prososial, penyesuaian diri, pengendalian diri, dan kepercayaan diri
  • Faktor minat humanisme, demokratis, prosedural, pelayanan sosial, kebenaran, dan adil
  • Sikap kerja daya tahan, kecepatan, dan ketelitian.

 

Kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.

Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merasa senang terhadap dirinya serta
  • Mampu menghadapi situasi?
  • Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup
  • Puas dengan kehidupannya sehari-hari
  • Mempunyai harga diri yang wajar
  • Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan
  • Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta
  • Mampu mencintai orang lain
  • Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
  • Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
  • Merasa bagian dari suatu kelompok
  • Tidak “mengakali” orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain “mengakah” dirinya
  • Mampu memenuhi tuntutan hidup serta
  • Menetapkan tujuan hidup yang realistis
  • Mampu mengambil keputusan
  • Mampu menerima tanggungjawab?
  • Mampu merancang masa depan
  • Dapat menerima ide dan pengalaman baru

 

Seperti Apa Tes Kesehatan Jiwa Polri

Untuk mengetahui seperti apa Tes Kesehatan Jiwa Polri, simak contoh soal seperti berikut ini :

A. Saya menyukai gaya hidup sehat
B. Saya selalu memalkukan apapun tanpa perduli dengan kondisi tubuh saya

Jika peserta memilih pernyataan "A= “Saya menyukai gaya hidup sehat", maka nanti pada soal lainnya akan ada pernyataan berbeda dengan maksud tujuan yang sama.

Perhatikan contoh soal kesehatan jiwa selanjutnya.

Terdapat pernyataan pada sebuah soal:

A. Saya Rajin Olah raga
B. Saya suka Rebahan

Jika calon anggota menjawab pernyataan "A = SSaya Rajin Olah raga", maka disini akan terlihat kesesuaian jawaban yang diisi pada pernyataan pertama dengan pernyataan kedua.

Orang yang menjaga kesehatanya cendrung menyukai olah raga. Artinya, disini kalian konsisten dalam menjawab pertanyaan sesuai dengan kepribadian yang kalian miliki.

 

Ya Tidak 400. Bila aku diberi kesempatan aku dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat sekali bagi masyarakat.
Ya Tidak 401. Aku tidak takut air.
Ya Tidak 402. Aku sering harus berpikir berhari – hari sebelum memutuskan sesuatu.
Ya Tidak 403. Bukan main senangnya untuk hidup dijaman ini dengan begitu banyak kejadian -kejadian.
Ya Tidak 404. Orang -orang sering menyala artikan itikad baiku, apabila aku berusaha menolong dan
membetulkan mereka.
Ya Tidak 405. Aku tak ada gangguan menelan.
Ya Tidak 406. Aku sering menjumpai orang -orang yang dianggap ahli, yang ternyata tidak lebih unggul
daripadaku.
Ya Tidak 407. Biasanya aku tenang dan tidak mudah menjadi gelisah.
Ya Tidak 408. Biasanya aku dapat menyembunyikan perasaanku sedemikian rupa sehingga orang –
Ya Tidak 409. orang dapat menyakiti hatiku tanpa merela sadari.
Ya Tidak 410. Adakalanya aku melelahkan diri sendiri karena bekerja melampaui batas.
Ya Tidak 411. Aku akan merasa gembira sekali bila dapat mengalahkan seseorang penipu dengan cara-cara
sendiri.
Ya Tidak 412. Aku tidak takut berobat ke dokter untuk suatu penyakit atau luka.
Ya Tidak 413. Aku patut di hukum berat untuk dosa – dosaku.
Ya Tidak 414. Aku biasanya menganggap kekecewaan begitu serius, sehingga aku tidak dapat melupakannya.
Ya Tidak 415. Apabila aku diberi kesempatan, aku bisa menjadi pemimpin yang baik.
Ya Tidak 416. Adakalanya aku merasa tak berguna sama sekali.
Ya Tidak 417. Bila seseorang mencoba mendahului aku sewaktu antre aku sering merasa jengkel
sehingga aku merasa perlu menegurnya.
Ya Tidak 418. Walaupun aku tahu, bahwa aku dapat menyelesaikan sesuatu pekerjaan dengan baik,
namun demikian aku merasa terganggu bila orang memperhatikan aku sewaktu bekerja.
Ya Tidak 419. Semasa mudah aku sering membolos sekolah.
Ya Tidak 420. Aku pernah mengalami suatu mukjizat dalam agama.
Ya Tidak 421. Satu atau lebih anggota keluargaku sangat gugup.
Ya Tidak 422. Aku pernah merasa malu akan pekerjaan yang dilakukan oleh salah satu atau beberapa
anggota keluargaku.
Ya Tidak 423. Aku suka sekali mengail ikan.
Ya Tidak 424. Hampir selalu aku merasa lapar.
Ya Tidak 425. Aku sering bermimpi.
Ya Tidak 426. Adakalanya aku harus nbersikap kasar terhadap orang – orang yang tidak sopan dan
menjengkelkan.
Ya Tidak 427. Aku merasa malu mendengar cerita jorok.
Ya Tidak 428. Aku suka membaca tajuk rencana dalam surat kabar.
Ya Tidak 429. Aku suka mengikuti kuliah tentang mata pelajaran yang bermutu.
Ya Tidak 430. Aku tertarik kepada orang berjenis kelamin lain daripadaku.
Ya Tidak 431. Aku banyak risau tentang kemungkinan kemalangan.
Ya Tidak 432. Aku mempunyai pendirian politik yang kokoh.
Ya Tidak 433. Aku mempunyai kawan – kawan yang khayal ( aku sering didampingi oleh orang – orang dalam
khayalan ).
Ya Tidak 434. Aku ingin menjadi pembalap mobil.
Ya Tidak 435. Biasanya aku lebih suka bekerja dengan wanita – wanita.
Ya Tidak 436. Pada umumnya orang menuntut penghargaan lebih bagi hak – hak mereka daripada
mereka mau menghargai hak – hak orang lain.
Ya Tidak 437. Seseorang boleh saja mengingkari hukum asal saja tidak melanggarnya.
Ya Tidak 438. Ada beberapa orang yang kubenci sedemikian rupa, sehingga dalam hati aku merasa senang bila
mereka tertangkap.
Ya Tidak 439. Aku merasa gelisah bila harus menunggu.
Ya Tidak 440. Aku berusaha mengingat – ingat cerita yang baik untuk disampaikan kepada orang lain.
Ya Tidak 441. Aku menyukai wanita jangkung.
Ya Tidak 442. Adakalanya aku tidak dapat tidur karena risau.
Ya Tidak 443. Aku mudah melepaskan sesuatu yang akan kukerjakan, karena orang lain menganggap bahwa aku tidak betul melakukannya.
Ya Tidak 444. Aku tidak berusaha membetulkan orang -orang yang mengatakan sesuatu pendapat yang bodoh.
Ya Tidak 445. Semasa kecilku aku suka hal – hal yang mendebarkan.
Ya Tidak 446. Aku suka berjudi kecil – kecilan.
Ya Tidak 447. Aku sering cenderung untuk berusaha sedapat mungkin mengalihkan pendapat seseorang yang menentangku.
Ya Tidak 448. Aku terganggu oleh orang – orang yang memperhatikan aku diluar, di mobil, di toko dsb.
Ya Tidak 449. Aku senang menghadiri pertemuan sosial hanya untuk bersama – sama orang lain.
Ya Tidak 450. Aku suka keramaian.

Skala Nilai Tes Keswa

0-40 = kurang sekali

41-60 = kurang

61-80 = cukup

81-100 = baik


Nilai peserta seleksi akan dinyatakan memenuhi syarat (MS) seandainya skala nilai kesehatan jiwa mencapai nilai 61 ke atas.

Sedangkan peserta seleksi yang memperoleh nilai 60 ke bawah akan gugur dan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TS).

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved