Terancam Kehilangan Pondok, Rumah Tahfidz Quran Raihan Butuh Dana Rp 525 Juta

Rumah Tahfizh Quran (RTQ) Raihan, butuh bantuan donasi pembebasan lahan beserta bangunan asrama sebesar Rp 525 juta.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Santri RTQ Raihan saat sedang belajar di pondok, Jumat (8/4/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU -  Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Raihan, butuh bantuan donasi pembebasan lahan beserta bangunan asrama sebesar Rp 525 juta.

Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Raihan ini, berlokasi perumahan Sakinah  di Jalan Merawan RT 30, RW 08 Kelurahan Sawah Lebar Baru.

Dikatakan Guru Al-Quran RTQ Raihan, Chinta, donasi ini untuk pembebasan lahan beserta bangunan salah satu rumah tahfizh.

"Dana yang kami butuhkan Rp 525 juta. Hingga kini donasi yang terkumpul Rp 72 juta," ujar Chinta kepada TribunBengkulu.com, Jumat (8/4/2022).

Untuk mencapai Rp 525 juta pembebasan lahan beserta bangunan asrama, pihaknya terus menggencarkan open donasi.

Melalui rekening BSI 422 1011765307 milik Ketua Yayasan Siti Rahayu.

Kata Chinta, awal mula mengontrak rumah itu untuk dijadikan asrama karena lokasi tempat yang kondusif dekat dengan masjid. Rumahnya juga cukup besar.

"Di perumahan sakinah ini, ada rumah pengurus yayasan, 3 RTQ cabang lain di sini, awalnya rumah ini kosong. Setelah itu bernegosiasi dengan pemilik rumah, dan akhirnya hampir 1,5 tahun tinggal di sini para santriwati," kata Chinta.

Beberapa bulan terakhir, pemilik rumah ingin menjual rumah beserta lahannya. Pihak yayasan ingin menebus lahan beserta bangunan itu untuk para santri belajar.

Namun terkendala biaya, sebab untuk menebus rumah itu diperlukan dana ratusan juta rupiah.

"Ada 76 santri kelas VII dan VIII. Sedangkan di asrama di sini ada 14 santri. Siswa di sini gratis uang sekolah selama mondok di sini. Hanya saja bayar di depan saat pendaftaran," ungkap Chinta.

Usai lebaran, rumah ini harus dilunaskan, jika belum terpenuhi, maka pihak yayasan akan kembali bernegosiasi untuk mendapatkan jalan terbaik agar santri mereka tetap memiliki pondokan.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved