Tinggal di Rusunawa, Clara Siswi SMKN 7 Kota Bengkulu Nunggak SPP Rp 3 Juta, Butuh Bantuan

Clara Siswi Kelas XI SMKN 7 Kota Bengkulu Jurusan Perhotelan ini butuh uluran tangan dermawan. Sudah menunggak uang SPP sebesar Rp 3 Juta.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Sasmini orang tua Clara siswi SMKN 7 Kota Bengkulu saat menceritakan kesulitannya melunasi tunggakan SPP anaknya, Jumat (8/4/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Clara Siswi Kelas XI SMKN 7 Kota Bengkulu Jurusan Perhotelan ini butuh uluran tangan dermawan.

Clara yang tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) milik pemerintah, sudah menunggak SPP sejak masih duduk di bangku kelas X yang besarannya mencapai Rp 3 juta.

Ditemui TribunBengkulu.com dikediaman orang tua Clara di Rusunawa Jalan Muhajirin Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Sasmini (42) sang ibu lalu menceritakan kesulitannya sampai menunggak membayar SPP anaknya Clara

"Anak saya pada saat itu, kakak Clara dan Clara  sama-sama bersekolah di SMKN 7. Kakaknya kelas XII, Clara kelas X. Sekolah meringankan bayar SPP, sebulan membayar Rp 100.000," ujar Sasmini  kepada TribunBengkulu.com, Jumat (8/4/2022).

Keterbatasan ekonomi mereka membuat orang tua Clara tidak bisa membayar sekaligus uang sekolah dua anaknya itu.

"Kita prioritaskan dulu bayar SPP kakaknya, karena ijazah anak saya sempat ditahan. Kami bayar Rp 1.000.000 baru bisa ditebus," ungkap Sasmini.

Penghasilan orang tua Clara sehari-harinya didapat dari sang ayah yang mencari barang bekas, ditambah Sasmini yang membuka warung kecil-kecilan di rusunawa.

Itupun sekedar cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.

"Untuk makan sehari-hari saja kami susah, apalagi mau bayar SPP," ungkap Sasmini.

Maka dari itu, Sasmini berharap ada bantuan dari dermawan ataupun pemerintah agar SPP anaknya ini bisa dibayar.

Belum lagi uang sewa mereka sudah menunggak selama 5 bulan terakhir ini.

"Bayar sewa rumah rumah perbulan Rp 225 ribu semenjak 2017 lalu, kini sudah lima bulan nunggak bayar," tutur Sasmini. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved