Jalan Sumur Dewa Putus Total, Warga: Mau ke Pasar atau Antar Anak Sekolah Harus Memutar Jauh

Warga pengguna Jalan Sumur Dewa, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu mengeluhkan putusnya Jalan Sumur Dewa.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Jalan Sumur Dewa yang putus total. Warga membangun jembatan darurat dari bambu untuk menyeberang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Warga pengguna Jalan Sumur Dewa, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu mengeluhkan putusnya Jalan Sumur Dewa.

Salah satunya, Duta Gunawan (27 tahun) mengatakan dirinya harus memutar jauh jika harus berbelanja ke Pasar Panorama.

Menurut Duta, jika ingin ke Pasar Panorama, dirinya harus memutar dulu ke Jalan Raden Fatah, kemudian ke Jalan Hibrida atau Jalan Padat Karya, sebelum akhirnya bisa ke Pasar Panorama.

Begitu juga saat pulang dari Pasar Panorama, dia mengatakan harus kembali memutar.

"Balik dari Panorama, harus memutar. Padahal, kalau lewat sini, tinggal turun (dari Jalan Hibrida XIII)," ujar Duta.

Keluhan yang sama juga diutarakan Puspa (24 tahun). Menurut Puspa, anaknya sekolah di SD yang ada di Jalan Padat Karya.

Namun, karena putusnya jalan, setiap harus mengantar jemput anak, dirinya harus memutar.

"Padahal kalau lewat sini, dekat nian. Tapi ini keliling," kata Puspa.

Baik Duta maupun Puspa meminta agar pemerintah yang memiliki wewenang segera memperbaiki jalan tersebut.

"Dulu katanya bulan 3 (Maret 2022) diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada. Yang datang untuk survei, sudah banyak," ujar Duta.

Menurut Duta, jalan ini sebelumnya sempat memang sempat diperbaiki, dan diberikan jembatan.

Namun, pada bulan November 2021 lalu, jembatan tersebut ambles akibat hujan deras. Padahal, saat itu, jembatan yang dibangun belum selesai.

"Bahkan belum dilewati mobil, cuma motor. Tapi ada hujan lebat, ambles lagi, sampai sekarang," kata Duta.

Pantauan TribunBengkulu.com, Minggu (10/4/2022), jalan tersebut ambles termakan sungai kecil yang ada dibawahnya.

Sungai kecil ini membelah jalan beberapa meter, sehingga membuat jurang yang cukup lebar.

Terlihat juga sisa-sisa material pembangunan jembatan sebelumnya, yang kini telah ambles.

Untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi lain, warga setempat membangun jembatan darurat dari bambu, yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved