Berikut Sejumlah Fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Aborsi di Kepahiang

Berikut TribunBengkulu.com rangkum sejumlah fakta dan kejanggalan yang terjadi dalam kasus tragedi aborsi di Kepahiang.

M PANJI
Tersangka AN yang memaksa pacar mengkonsumsi pil aborsi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

 

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Berikut TribunBengkulu.com rangkum sejumlah fakta dan kejanggalan yang terjadi dalam kasus tragedi aborsi di Kepahiang, yang menewaskan wanita muda asal Curup, Kabupaten Rejang Lebong berinisial AA (22).

Dalam kasus ini ada beberapa fakta yang berhasil diungkapkan jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kepahiang


1. Hamil 11 Minggu

Dari hasil pemeriksaan tersangka dan sejumlah saksi, diketahui bahwa korban tengah berbadan dua.

Usia kandungan benih kasih antara tersangka An dan korban AA alias EC sudah 11 minggu.


2. Tersangka Berstatus Mahasiswa, PNS dan Pegawai BUMN

Penyidik Sat Reskrim Polres Kepahiang telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya AA alias EC wanita muda asal Kabupaten Rejang Lebong usai minum obat aborsi pemberian sang pacar berinisial AN yang telah ditetapkan tersangka.

Selain AN, rekannya RO dan DE juga dijadikan tersangka. AN diketahui berstatus sebagai pegawai salah satu BUMN di Bengkulu, sementara RO berstatus mahasiswa dan DE berstatus ASN di salah satu rumah sakit umum daerah.

3. Palsukan Resep Dokter

Dari hasil keterangan tersangka DE, yang merupakan ASN di salah satu RSUD di Kepahiang. Obat pengugur kandungan yang diberikannya kepada tersangka RO dan AN adalah resep palsu dokter yang ia buat sendiri.

Ini terkuak dari hasil konfirmasi pihak penyidik ke seorang dokter yang mengaku tidak pernah mengeluarkan resep obat tersebut.

4. Obat Aborsi Dibeli Rp 1,5 Juta

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved