Berikut Sejumlah Fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Aborsi di Kepahiang

Berikut TribunBengkulu.com rangkum sejumlah fakta dan kejanggalan yang terjadi dalam kasus tragedi aborsi di Kepahiang.

M PANJI
Tersangka AN yang memaksa pacar mengkonsumsi pil aborsi. 


1. Kenal Sejak Akhir 2021

Korban mengenal tersangka dari teman akrabnya berinisial DV sejak akhir 2021 lalu. DV sendiri merupakan teman kerja korban di salah satu toko kosmetik di Kabupaten Rejang Lebong. 

2. Kondisi Mulut Berbusa

Jenazah korban sampai di rumah duka pada pukul 23.00 WIB, jenazah dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB. Keluarga melihat kondisi mulut korban mengeluarkan busa.

3. Keluarga Curigai Pembunuhan Berencana

Dari jarak Curup ke Kepahiang sekitar 30 menit, namun sejak korban dinyatakan meninggal jenazah korban tiba di rumah duka beberapa jam kemudian.

Membuat keluarga curiga adanya tindak pembunuhan berencana. 

4. Versi Tersangka Korban Hanya Sakit Lambung

Saat jenazah tiba di rumah, hanya ada supir dan teman korban tanpa kehadiran tersangka.

Keluarga korban meminta temannya untuk memanggil tersangka. Tersangka yang datang ke rumah duka lalu menjelaskan bahwa korban hanya sakit lambung selama 3 hari. 

5. Sempat Dirawat di Rumah Sang Pacar 

Sebelum dirawat di rumah sakit, korban sempat dirawat di rumah pacarnya dan di rumah temannya berinisial DV di Kabupaten Rejang Lebong. 

6. Jenazah akan Dibawa ke Jambi

Saat mengantar jenazah untuk di autopsi, pihak keluarga mendengar cerita supir ambulans bahwa jenazah akan dibawa ke Jambi. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved