Respon Gubernur Rohidin soal Tragedi Aborsi di Kepahiang

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ikut merespon kasus tragedi aborsi di Kabupaten Kepahiang.

HO/TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada acara dialog bersama Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI Purn. Doni Monardo, Jumat (1/4/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ikut merespon kasus tragedi aborsi di Kabupaten Kepahiang, yang menewaskan wanita muda berinisial AA (22) warga Curup Kabupaten Rejang Lebong. 

"Saya sangat mengapresiasi upaya pihak kepolisian untuk menegakkan hukum dalam mengungkap kasus tragedi aborsi di Kepahiang," kata Rohidin Mersyah kepada TribunBengkulu.com usai meresmikan Koperasi Perempuan Pelestari Hutan (KPPH) Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (13/4/2022).

Terkait tragedi ini, Rohidin juga meminta kepada semua pihak yang terkait agar memberikan edukasi tentang kesehatan dan aborsi.

"Prinsip kita harus melindungi perempuan dan anak dari tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Kita harus sama-samamemberikan edukasi terkait kesehatan dan aborsi ini," ujar Rohidin. 

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah mengatakan, penyidikan masih terus dilakukan oleh penyidik satreskrim Polres Kepahiang. 

"Sementara ini 12 saksi sudah kita periksa, untuk pihak rumah sakit juga sudah di panggil, hasil rekam medis nanti kita pelajari dulu dari pihak rumah sakit," kata Iptu Doni Juniansyah kepada TribunBengkulu.com, Selasa (12/4/2022). 

Perwira Pertama dengan pangkat Inspektur Polisi Satu ini menambahkan, untuk Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPPD) sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang. 

"Dalam SPDP ini tersangka masih disangkakan dengan Undang-undang Kesehatan selain itu kita juga menambahkan pasal tindak pembunuhan untuk tersangka AN, dengan Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak," ujar IPTU Doni Juniansyah. 

Sementara itu, keluarga korban tragedi aborsi di Kabupaten Kepahiang, mencurigai tersangka AN melakukan dugaan pembunuhan berencana. 

Keluarga AA (22), korban tragedi aborsi di Kepahiang meminta tersangka An (27), pacar AA yang bekerja di salah satu BUMN di Kepahiang dihukum seberat-beratnya.

Pihak keluarga mencurigai tersangka AN kerap melakukan tindak kekerasan kepada perempuan yang usianya tergolong masih sangat muda ini.

Kakak sepupu korban mengatakan, kecurigaan itu muncul ketika keluarga mendengar pengakuan adik sepupu korban tentang curhatan korban. 

"Kami menduga adik sepupu saya (korban) kerap menerima ancaman dari tersangka, lalu tersangka sempat main pukul ke korban dan handphone milik korban juga disadap oleh tersangka, cerita adik sepupu saya," kata kakak sepupu korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved