Petani Sayur di Bengkulu Resah, Harga Pupuk Terus Naik Sementara Hasil Tani Murah

Petani sayur di Kabupaten Rejang Lebong akhir-akhir ini diresahkan dengan terus merangkaknya harga pupuk untuk kebutuhan pertanian. Sementara harga ko

Panji/Tribunbengkulu.com
Roni Saputra (24), seorang petani di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong saat berada di kebun tomat, pada Sabtu (1642022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Petani sayur di Kabupaten Rejang Lebong akhir-akhir ini diresahkan dengan terus merangkaknya harga pupuk untuk kebutuhan pertanian. Sementara harga komoditi pertanian saat ini sangatlah murah.

Kondisi tersebut juga diperparah dengan juga naiknya harga bahan pestisida seperti racun dan lainnya untuk perawatan tanaman sayur-sayuran. 

Sehingga kondisi tersebut tentu tidaklah menguntungkan bagi petani yang sehar-hari bergantung pada mengolah lahan pertanian sebagai sumber utama ekonomi.

Seperti harga tomat yang anjlok dari Rp 10.000 perkilogram menjadi Rp 500 perkilogram. 


Salah seorang petani di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Roni Saputra (24) mengatakan, harga pupuk saat ini mencapai Rp 750.000 hingga Rp 800.000 per karung. 


"Untuk perawatan tomat saja harus kuat racun, Apalagi cuaca saat ini hujan racun dapat digunakan kadang sehari kadang dua hari, sekali pakai saya ngeluarkan uang sekitar Rp 350.000," keluh Roni Saputra kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (16/4/2022) 


Roni yang mengaku sudah menjadi petani sejak 2017 lalu menjelaskan, untuk perawatan cabe sendiri berbeda dengan tomat, cabe bisa dibilang tidak terlalu banyak menggunakan pupuk atau racun. 


"Kalau cabe penggunaan pupuknya bisa 5 hari satu kali, lebih manja perawatan tomat dari pada cabe" ujar Roni Saputra. 


Roni menambahkan, selain tomat yang dijual ke pengepul sayur, ia juga menjual cabe karena di petani disini menggunakan sistem tumpang sari. 


"Kalau cabe yang dijual ke pengepul Rp 18.000/ kilogram," jelas Roni Saputra. 


Diberitakan sebelumnya, harga sayuran yang anjlok ini membuat petani dan pengepul sayur mengalami kerugian. 


Salah satu komoditi sayuran yang sangat anjlok yakni sayur tomat dari Harga Rp 10.000 perkilogram turun secara bertahap ke Rp 500 perkilogram. 


Salah seorang pengepul sayuran di kawasan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Siti Masruroh mengatakan akibat harga yang anjlok ini banyak petani yang mengalami kerugian. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved