Kisah Siti Pemulung Barang Bekas di Kota Bengkulu, Pungut Sampah Sambil Gendong Bayi

Siti (32), ibu muda dengan 3 orang anak ini bertahan hidup di Kota Bengkulu dengan mencari barang bekas.

Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina
Achmad/TribunBengkulu.com
Siti saat mencari barang bekas ditemani 3 buah hatinya, satu di antaranya masih bayi yang selalu digendongnya sembari mendorong gerobok barang bekas, Selasa (19/4/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Siti (32), ibu muda dengan 3 orang anak ini bertahan hidup di Kota Bengkulu dengan mencari barang bekas.

Perantauan dari Kepahiang ini setiap hari mencari barang bekas dengan ditemani 3 buah hatinya, karena jika ditinggal di rumah tidak ada yang menjaga anak-anak Siti.

Anak bungsu Siti yang masih bayi pun terpaksa dia bawa. Mendorong gerobok dan memungut sampah sambil menggendong sang bayi.

Siti pun berbagi kisah hidupnya yang sudah 6 tahun ini merantau dari Kepahiang ke Kota Bengkulu.

Dia memulai aktivitasnya sejak pukul 05.00 WIB hingga malam hari, berkeliling berjalan kaki mendorong gerobak tempat barang bekas.

"Setiap hari mencari barang bekas, bisa mendapat uang Rp 10 sampai Rp 15 ribu. Saya bekerja seperti ini bantu suami bekerja sebagai buruh harian," ujar Siti saat ditemui di TribunBengkulu.com di depan Unihaz sedang beristirahat usai mencari barang bekas, Selasa (19/4/2022).

Di Kota Bengkulu, Siti bersama suami dan tiga anaknya yang masih kecil-kecil ini tinggal di rumah kontrakan yang berada di Jalan Pintu Batu RT 03.

Siti menggeluti pekerjaan mencari barang bekas sudah hampir 5 tahun terakhir. Pahit yang dirasakan Siti, ketika dia dihina, dicaci maki oleh orang saat melihat kondisi Siti.

"Saya sampai dibilang pengemis, padahal saya cuman cari barang bekas," ucap Siti.

Walaupun lelah menghampiri, terlebih lagi di bulan Ramadan ini Siti tapi tetap berusaha mencari uang, agar bisa berbuka puasa dan sahur. Terlebih lagi ada anak bayinya yang masih butuh asupan gizi.

Siti juga berharap dapat bantuan sembako dari pemerintah ataupun orang dermawan karena stok beras di rumah mereka mulai menepis.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved