Senin, 20 April 2026

Tragedi Jembatan Putus Bengkulu Selatan

Jembatan Selepah Putus, Kepsek dan Guru SDN 57 Harus Seberangi Derasnya Sungai Air Nipis

Usman yang merupakan Kepala SD Negeri 57 Kabupaten Bengkulu Selatan terpaksa harus menyebrangi derasnya arus sungai Air Nipis.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Usman, Kepala Sekolah SD Negeri 57 Bengkulu Selatan bersama beberapa orang guru saat melihat kondisi jembatan di Desa Penandingan Kabupaten Bengkulu Selatan yang sudah terputus, Kamis (21/4/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Usman yang merupakan Kepala SD Negeri 57 Kabupaten Bengkulu Selatan terpaksa harus menyebrangi derasnya arus sungai Air Nipis.

Ini akibat putusnya jembatan bendungan Selepah yang menghubungkan Desa Babatan Ulu dan Desa Penandingan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Diakui Usman, jembatan tersebut merupakan akses tercepat bagi dirinya untuk sampai di SD Negeri 54 Bengkulu Selatan tempat ia bekerja.

"Sebenarnya bisa lewat Desa Palak Bengkerung, tapi terlalu jauh memutar. Jadi lebih baik saya titipkan kendaraan saya disitu dan saya menyebrangi sungai Air Nipis ini," ungkap Usman kepada TribunBengkulu.com, Kamis (21/4/2022)

Usman mengatakan, selain dirinya, ada sekitar 9 orang guru lainnya yang menggunakan jembatan bendungan Selepah Desa Penandingan Kabupaten Bengkulu Selatan ini sebagai akses utama untuk berangkat mengajar ke sekolah.

Seberangi Sungai
Kepala SDN 57 ini harus menyeberangi sungai Air Nipis karena jembatan bendungan Selepah yang putus

"Jadi selain menyebrang sungai, kami terpaksa harus berjalan kaki juga kurang lebih sekitar 500 meter dari jembatan ini," kata Usman.

Tidak hanya sebatas itu, akses ini juga kerap kali digunakan siswa-siswi mereka untuk bersekolah. Namun tentunya nasibnya sama dengan para guru.

"Pilihannya hanya ada 2 saja kalau sekarang, pertama memutar jauh atau menyebrangi sungai ini," ungkap Usman.

Maka dari itu, Usman berharap pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan secepatnya dapat memperbaiki akses jalan menuju sekolah tempat ia bekerja tersebut.

"Harapan kita bagaimana caranya ini segera diperbaiki, kalau bisa lebaran ini sudah bisa digunakan kembali. Kasian juga kami guru guru harus menyebrang sungai akibat putusnya akses jembatan dari Desa Babatan Ulu menuju Desa Penandingan ini," ujar Usman. 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved