Harimau Sumatera

Harimau Masuk Perangkap, BKSDA Jambi: Kemunculan Harimau Akibat Tambang Ilegal di Kawasan Hutan

Harimau Sumatera yang masuk ke dalam perangkap (box trap) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.

Editor: Hendrik Budiman
istimewa
Harimau masuk perangkap BKSDA di Merangin 

TRIBUNBENGKULU.COM - Harimau Sumatera yang masuk ke dalam perangkap (box trap) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.

Hewan dengan nama latin Panthera Tigris Sumatrae itu dievakuasi sementara.

Harimau yang diperkirakan berumur 8-10 tahun ini memiliki mencapai 110 Kg, dengan panjang keseluruhan 217 sentimeter, panjang taring atas 6,2 sentimeter, panjang taring bawah 3,5 sentimeter.

Harimau ini muncul karena terlibat konflik dengan manusia, tepatnya di wilayah Desa Nalo Gedang dan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi.

Baca juga: Seekor Harimau Terkam Karyawan Kebun Binatang hingga Tewas

Konflik ini, tepatnya terjadi di kebun masyarakat dengan status lahan Areal Penggunaan Lain (APL) berjarak sekira 1-2 km dari hutan produksi (HP), sekira 20 Km dari kawasan TNKS.

Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh mengatakan, sejak terjadinya konflik antara manusia dengan satwa ini, sudah ada 11 ekor kambing, dengan rincian 9 ekor di Desa Nalo Gedang 2 ekor di Desa Baru Nalo, dan 2 ekor sapi.

Baca juga: Ngeri, Harimau Sumatera Berkeliaran di Halaman Rumah Warga di Bengkalis

Rahmad tidak menyebut pasti, penyebab hariamu tersebut keluar dari kawasan hutan.

Namun, ia menduga adanya aktifitas manusia yang sedang melakukan aktifitas tambang ilegal di kawasan hutan tersebut, membuat harimau terganggu dan turun dari hutan.

Baca juga: Warga Kota Solok Temukan Jejak Kaki Harimau Sumatera, Masyarakat Diimbau Berhati-hati

Informasi kemunculan harimau di Desa Nalo Gedang dan sekitarnya Kecamatan Nalo Tantan sudah mulai diterima sejak tahun 2021.

Setelah dilakukan verifikasi, beberapa waktu kemudian harimau diduga sudah kembali lagi ke hutan sekitarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret 2022, Kepala Desa Nalo Gedang melaporkan kejadian ternak kambing yang dimangsa harimau, dan langsung diverifikasi oleh Tim BKSDA Jambi bahwa dan diduga dimangsa oleh harimau.

Baca juga: Harimau Sumatera Berkeliaran di Dekat Pemukiman Warga, Petugas Pasang Kamera Trap

"Kemudian, pada tanggal 2 April 2022, Kepala Desa Nalo Gedang kembali melaporkan kejadian ternak dimangsa harimau," katanya, Jumat (22/4/2022).

Berdasarkan laporan tersebut, pada tanggal 6 April 2022, berdasarkan bahan keterangan yang dikumpulkan dari warga Balai KSDA Jambi memasangan perangkap (box trap).

Kemudian, pada tanggal 21 April 2022 sekitar pukul 07.40 WIB, warga menyampaikan bahwa harimau telah masuk dalam perangkap, sehingga tim BKSDA Jambi segera ke lokasi untuk mengamankan lokasi.

"Sekitar pukul 23.00 WIB, satwa telah sampai di TPS BKSDA Jambi dalam kondisi sehat," sebutnya.

Sejauh ini, sebut Rahmad, populasi harimau sumatera di kawasan TNKS sendiri tercatat sebanyak 150 ekor.

Kemudian di Berbak Sembilang, 25 ekor, kawasan Reki 5 ekor. Sementara itu, kawasan Bukit 30 sampai saat ini belum terdata.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved